Dukungan Medis di Lokasi Bencana, RS IMC Cimareme Beri Vitamin C bagi Relawan

Rumah Sakit Indra Medical Centre (RS IMC) Cimareme menerjunkan empat petugas medis di lokasi bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Rumah Sakit Indra Medical Centre (RS IMC) Cimareme turut ambil bagian dalam penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelayanan kesehatan bagi relawan, khususnya dengan pemberian suntikan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh para petugas di lapangan.

Marketing Manager RS IMC Cimareme, Bob Sofyan, mengatakan bahwa peran serta rumah sakit dalam situasi kebencanaan merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan relawan yang bekerja di medan berat dan penuh risiko.

“Relawan BPBD bekerja dalam kondisi ekstrem, sehingga kami berupaya membantu menjaga imunitas dan stamina mereka agar tetap prima saat bertugas,” ujar Bob, Kamis (29/1/2026).

Suntikan vitamin C diberikan oleh tenaga medis RS IMC sebagai langkah preventif untuk meningkatkan imunitas, memperkuat daya tahan tubuh, serta menjaga kebugaran relawan selama proses evakuasi dan pencarian korban. Langkah ini dinilai penting agar relawan tidak mudah jatuh sakit di tengah tekanan fisik dan mental yang tinggi.

“Kami menerjunkan empat petugas medis yang langsung dipimpin Direktur IMC. Bertugas setiap hari dari pagi sampai sore,” ujarnya.

Atas kontribusi tersebut, lanjut Bob, RS IMC Cimareme mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Apresiasi itu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kepedulian dan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada relawan BPBD KBB di lokasi bencana.

Sementara itu, proses evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan hingga Rabu (28/1/2026) pukul 20.00 WIB telah mengevakuasi 53 korban meninggal dunia, sementara 27 korban lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menyampaikan bahwa dari total korban yang telah dievakuasi, proses identifikasi masih berjalan.

“Korban jiwa yang sudah berhasil dievakuasi ada 53 orang, sementara 27 lainnya masih dalam tahap pencarian,” kata Teten.

Ia menambahkan, sebanyak 37 korban telah berhasil diidentifikasi melalui proses Disaster Victim Identification (DVI) Polri, sedangkan 16 korban lainnya masih menunggu kepastian identitas.

Upaya pencarian dan evakuasi terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI, Polri, dan relawan, di tengah tantangan kondisi medan yang sulit pascalongsor.*

 

Pos terkait