Hujan Hambat Pencarian Korban Longsor Cisarua, Tim SAR Berkali-kali Hentikan Operasi

Hari keenam pencarian jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terhambat hujan yang turun sepanjang hari, Kamis (29/1/2026).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Upaya pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali terkendala cuaca. Memasuki hari keenam pencarian, Kamis (29/1/2026), hujan memaksa tim SAR gabungan sempat menghentikan operasi evakuasi beberapa kali.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Asep Sehabudin, mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat turun secara on-off sepanjang hari dan berdampak langsung pada proses pencarian.

“Sepanjang hari hujan turun berulang, dari ringan sampai lebat. Kondisi ini cukup mengganggu upaya pencarian korban longsor,” ujar Asep saat ditemui di lokasi bencana.

Menurut Asep, penghentian sementara pencarian dilakukan demi keselamatan personel SAR gabungan. Curah hujan yang tinggi dikhawatirkan memicu terjadinya longsor susulan di area pencarian.

“Keselamatan petugas menjadi prioritas. Saat hujan turun, pencarian kami hentikan sementara. Setelah reda, kegiatan dilanjutkan kembali dengan ekstra hati-hati,” katanya.

Hujan juga membuat medan pencarian semakin berat. Material longsoran yang menutupi permukaan tanah menjadi lebih licin dan gembur, sehingga menyulitkan pergerakan petugas maupun peralatan.

Meski demikian, tim SAR tetap mengerahkan berbagai upaya. Anjing pelacak serta alat berat masih digunakan untuk membantu menemukan korban yang diduga masih tertimbun material longsor.

“Sampai saat ini anjing pelacak dan alat berat terus kami operasikan. Sesuai rencana, proses evakuasi akan berlangsung selama 14 hari,” ujar Asep.

Hujan diketahui telah mengguyur kawasan bencana sejak pagi hingga menjelang sore, meskipun pemerintah sebelumnya telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

OMC dilaksanakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BPBD, serta TNI Angkatan Udara. Operasi tersebut berlangsung pada 25–29 Januari 2026 dan dipusatkan di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Bandung, sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat.*

Pos terkait