Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Bandung Terkendali, Cabai Tak Lagi ‘Pedas’ di Kantong

Hingga awal Februari 2026, harga kebutuhan pokok di Kota Bandung masih relatif stabil.(Dok.Diskominfo Kota Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan harga kebutuhan pokok masyarakat masih dalam kondisi terkendali menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Di tengah cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang sempat memengaruhi pasokan, pergerakan harga di pasar tradisional dinilai belum menimbulkan gejolak berarti.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pemantauan harga secara rutin dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga. Hingga awal Februari 2026, hasil pemantauan menunjukkan harga kebutuhan pokok masih relatif stabil.

“Secara umum harga aman. Ada kenaikan pada beberapa komoditas hortikultura, khususnya cabai, tapi masih dalam batas wajar dan tidak melonjak tajam,” kata Farhan dikutip Senin (2/2/2026).

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit merah. Berdasarkan data Disdagin, harganya kini berada di kisaran Rp 58.000 per kilogram atau naik sekitar Rp 9.000 dibandingkan periode sebelumnya. Namun, Farhan menilai kenaikan tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan harga pada periode lalu yang sempat menembus Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per kilogram.

“Kalau dibandingkan kondisi sebelumnya, sekarang jauh lebih stabil,” ujarnya.

Sementara itu, harga kebutuhan protein hewani terpantau masih normal. Per akhir Januari 2026, harga daging sapi berada di kisaran Rp 140.000 per kilogram, daging ayam ras Rp 38.000 per kilogram, dan telur ayam Rp 29.000 per kilogram.

“Untuk sektor perdagingan, tidak ada gejolak harga yang mengkhawatirkan,” kata Farhan.

Farhan juga memastikan bencana longsor yang sempat terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat tidak berdampak pada distribusi bahan pangan ke Kota Bandung. Jalur distribusi dari distributor ke pasar masih berjalan lancar sehingga pasokan tetap terjaga.

“Distribusi aman. Tidak ada gangguan pasokan ke Kota Bandung,” ucapnya.

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Pemkot Bandung berkomitmen menjaga stabilitas harga agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Menurut Farhan, kepastian pasokan dan keterjangkauan harga menjadi kunci menjaga daya beli warga.

“Kami tidak ingin masyarakat menghadapi Ramadan dengan kecemasan soal harga pangan. Pemerintah hadir untuk memastikan pasokan aman dan harga terkendali,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung melalui Disdagin akan kembali menggelar Bazar Murah Utama (Bazmut) di 30 kecamatan. Program ini diharapkan mampu menekan potensi inflasi sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

“Bazar murah ini adalah instrumen nyata pengendalian harga, bukan sekadar seremonial,” pungkas Farhan.*

Pos terkait