SATUMEDIA.ID – Bencana alam tanah longsor di kaki Gunung Burangrang, tepatnya Pasir Buntu ternyata bukan pertama kali terjadi.
Namun yang menerjang Kampung Babakan Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi yang terbesar.
Seperti disampaikan Ade (52) warga setempat, bahwa longsor di bagian atas Pasir Buntu yang merupakan kaki Gunung Burangrang pernah beberapa kali terjadi. Hanya saja, longsorannya tak sampai ke perkampungan penduduk.
“Pernah beberapa kali kejadian, tapi hanya di lokasi bagian atasnya saja. Masih jauh dari perkampungan yang berada di bawah,” kata Ade di lokasi pengungsian, aula Kantor Desa Pasirlangu, Selasa (3/2/2026).
Ade merupakan penduduk asli Kampung Babakan Pasir Kuning. Tak menyangka jika kejadian longsor besar bakal menyapu tempat tinggalnya.
Pada saat kejadian, Ade tinggal berdua bersama istrinya. Dia mengaku bumi bergerak naik turun hingga membuat rumahnya bergoyang.
“Tidak seperti lini (gempa) yang bergoyang ke kanan dan ke kiri. Tapi ini naik turun, seperti dikocok,” sebutnya.
Ade bergegas membawa istrinya keluar rumah di tengah kegelapan malam, dan hujan deras. Pada saat kejadian tengah terjadi pemadaman listrik.
Beruntung, material longsor hanya sampai ke belakang rumahnya. Tak sampai menerjang tempat tinggalnya.
Kini, Ade bersama istrinya masih menunggu kepastian tentang masa depannya. Apakah akan tetap tinggal di lokasi bekas bencana atau direlokasi.
“Katanya, tidak boleh lagi ditinggali harus direlokasi. Saya mah ikut saja anjuran pemerintah,” imbuhnya.*





