SATUMEDIA.ID – Ekosistem digital berbasis blockchain, EGGMPIRE TOKEN (EGGM), menanam 1.000 pohon dan menyalurkan 500 kilogram telur bagi warga terdampak longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan bertajuk EGGMPIRE TOKEN Climate & Social Action ini melibatkan kolaborasi antara EGGMPIRE TOKEN sebagai penyedia dana, Yayasan Equator Bumi Lestari (EQ2) sebagai pelaksana lapangan, serta PT EGGCOLOGIC BUMI LESTARI sebagai penyedia bantuan telur.
Ketua Yayasan Equator Bumi Lestari, Julius Robinson, mengatakan seluruh pendanaan kegiatan berasal dari komunitas dan donatur yang tergabung dalam ekosistem token tersebut.
“Yayasan hanya sebagai pelaksana di lapangan. Dana dari para holder dikonversikan langsung menjadi aksi nyata berupa penanaman pohon dan bantuan pangan,” ujar Julius.
Kegiatan diawali pukul 08.00 WIB di Desa Tugu Mukti. Sebanyak 300 pohon ditanam di area perbukitan yang dinilai rawan longsor. Selain itu, 150 kilogram telur dibagikan kepada 150 kepala keluarga.
Jenis tanaman yang ditanam meliputi tanaman pelindung seperti albasia, mahoni, trembesi, dan ketapang kencana, serta tanaman buah seperti jengkol, pete, mangga, sirsak, jambu batu, dan jambu mede.

Menurut Julius, penanaman difokuskan pada titik-titik dengan tingkat kerawanan tinggi sebagai upaya mitigasi bencana. Sementara bantuan telur ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan protein warga pascabencana.
Selanjutnya, rombongan bergerak ke Desa Pasirlangu pada pukul 09.00 WIB. Desa tersebut terdampak longsor pada Januari 2026.
Di lokasi ini, sebanyak 700 pohon ditanam untuk rehabilitasi dan reboisasi lahan terdampak. Selain itu, 350 kilogram telur dibagikan kepada warga terdampak.
Julius menyebut kegiatan ini menjadi contoh pemanfaatan teknologi blockchain untuk kegiatan sosial yang terukur.
“Dana yang terkumpul di ekosistem token tidak berhenti di ranah digital, tetapi diwujudkan dalam kegiatan penghijauan dan bantuan pangan yang transparan,” katanya.
Direktur PT Eggmpire Bumi Lestari, Retno Dewi Hendrastuti, mengatakan pihaknya berkomitmen menjalankan program berdampak sosial secara berkelanjutan.
“Kami berharap bibit pohon ini memberi manfaat jangka panjang dan bantuan telur dapat membantu meningkatkan asupan gizi masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan stunting,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Sodikin dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat (DLH KBB) mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia berharap pohon yang ditanam dapat tumbuh optimal dan membantu mengurangi risiko longsor di masa mendatang.*





