SATUMEDIA.ID – Perkembangan terbaru kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Dari puluhan korban, kini hanya satu siswa yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cibabat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, mengatakan seluruh pasien yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Dustira dan Rumah Sakit Mitra Kasih telah diperbolehkan pulang.
“Yang masih dirawat tinggal satu orang di RS Cibabat. Pasien tersebut baru masuk pada Kamis, bukan karena kondisinya paling berat,” ujar Mulyati di Padalarang, Senin (2/3/2026).
Sebelumnya, sebanyak 43 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi paket MBG. Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyebut korban didominasi peserta didik dari tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Satu orang guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa.
Dari total tersebut, 33 orang sempat dirawat di RSUD Cibabat, lima orang di RS Mitra Kasih, dan lima lainnya di RS Dustira. Paket makanan yang dikonsumsi terdiri dari onigiri, apel, susu, dan telur.
Seiring membaiknya kondisi, sebagian besar pasien telah kembali ke rumah masing-masing setelah menjalani perawatan maupun observasi.
Sebagai langkah penanganan, Dinkes Cimahi memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana program. Sosialisasi serta penegakan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) akan digencarkan.
Mulyati mengungkapkan, baru sekitar 30 persen lebih SPPG di Cimahi yang telah memiliki Surat Keterangan Layak Hidup Sehat (SLHS). Sisanya masih dalam proses pengajuan.
Untuk kasus ini, Dinkes bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN). SPPG yang terlibat telah ditutup sementara dan baru dapat kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh persyaratan serta memperoleh persetujuan BGN.
“Tim investigasi BGN sudah turun ke Cimahi dan melakukan pemeriksaan di sekolah, rumah sakit, serta SPPG terkait,” kata Mulyati.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan belum diketahui. Sampel makanan dari menu yang dibagikan pada Senin hingga Rabu telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat serta turut diperiksa oleh pihak kepolisian.
Dinkes berharap hasil uji laboratorium dapat keluar dalam waktu sepekan untuk memastikan sumber penyebab kejadian tersebut.
Pemerintah Kota Cimahi menegaskan evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar program MBG tetap berjalan dengan mengutamakan aspek keamanan dan kesehatan peserta didik.*





