Puluhan Jemaah Umrah KBB Sudah di Jakarta, Siap Terbang di Tengah Ketegangan Regional

Foto ilustrasi umrah.(Tangkapan layar Kemenhaj RI).**

SATUMEDIA.ID – Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, puluhan calon jemaah umrah asal Kabupaten Bandung Barat (KBB),  tetap dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci sepanjang Maret 2026. Keberangkatan itu dipastikan tetap berjalan karena tiket dan akomodasi telah diterbitkan serta penerbangan langsung masih beroperasi normal.

Data Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) KBB mencatat, terdapat tiga jadwal keberangkatan pada bulan ini. Sebanyak 33 jemaah telah berada di Jakarta dan dijadwalkan terbang pada Senin (2/3/2026). Selanjutnya, 11 orang akan berangkat pada 6 Maret 2026 dan 18 orang lainnya pada 29 Maret 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj KBB, Enjah Sugiarto, mengatakan hingga saat ini maskapai belum menginformasikan adanya perubahan jadwal untuk penerbangan langsung dari Jakarta menuju Jeddah, Arab Saudi.

“Untuk jadwal yang direct Jakarta–Jeddah masih on schedule. Belum ada pembatalan,” ujar Enjah saat dihubungi, Senin.

Menurut dia, potensi gangguan justru terjadi pada penerbangan transit yang melewati sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Rute seperti Jakarta–Dubai–Jeddah dilaporkan terdampak penyesuaian jadwal akibat eskalasi konflik.

Namun, mayoritas jemaah asal Bandung Barat menggunakan penerbangan langsung sehingga relatif lebih aman dari perubahan rute.

“Kalau yang transit memang ada informasi terdampak. Tapi untuk jemaah KBB rata-rata penerbangannya direct,” kata dia.

Meski demikian, Kemenhaj KBB tetap melakukan pemantauan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keselamatan jemaah selama berada di Arab Saudi.

Pihaknya juga mengimbau calon jemaah yang belum mencetak tiket agar mempertimbangkan penundaan keberangkatan. Penjadwalan ulang tiket dan akomodasi masih dimungkinkan sesuai kebijakan kementerian dan maskapai.

“Yang belum berangkat bisa reschedule sesuai arahan. Kami sarankan menunda dulu jika memungkinkan. Dan bagi yang sudah di Tanah Suci, tetap berkoordinasi dengan KJRI,” ujar Enjah.*

Pos terkait