Konflik Israel–Iran Memanas, 33 Jemaah Umrah Asal KBB Dipastikan Aman di Mekkah

Ilustrasi ibadah haji (pixabay).**

SATUMEDIA.ID –  Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan puluhan warganya yang sedang menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci berada dalam kondisi aman, di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Israel dan Iran.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bandung Barat, Enjah Sugiarto, menyebutkan saat ini terdapat 33 warga KBB yang tengah menjalankan ibadah umrah di Mekkah, Arab Saudi.

“Jemaah asal KBB yang sedang melaksanakan ibadah umrah di Mekkah sebanyak 33 orang dan alhamdulillah semuanya dalam kondisi aman,” kata Enjah , Jumat (6/3/2026).

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target strategis di Iran sejak Sabtu (28/2/2026). Operasi militer tersebut dilaporkan menyasar fasilitas yang berkaitan dengan program nuklir, sistem rudal balistik, hingga pusat komando militer.

Meski situasi geopolitik memanas, jadwal keberangkatan jemaah umrah dari Bandung Barat masih berjalan normal. Enjah mengatakan, terdapat 11 calon jemaah yang dijadwalkan berangkat pada 6 Maret 2026.

Selain itu, sebanyak 18 orang lainnya juga telah dijadwalkan berangkat pada 29 Maret 2026.

“Untuk keberangkatan masih sesuai jadwal. Tiket tidak bisa di-reschedule karena penerbangan masih berjalan normal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh jemaah menggunakan penerbangan langsung dari Jakarta menuju Jeddah sehingga tidak terdampak perubahan rute penerbangan yang melewati wilayah konflik.

“Alhamdulillah semuanya menggunakan pesawat direct Jakarta–Jeddah, jadi tidak ada masalah,” kata Enjah.

Namun, ia mengakui beberapa maskapai yang menggunakan rute transit di kawasan terdampak konflik terpaksa menunda atau membatalkan penerbangannya. Di antaranya Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, IndiGo, SriLankan Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, Scoot, Royal Brunei Airlines, dan Oman Air.

Sementara maskapai yang masih beroperasi antara lain Hainan Airlines, Ethiopian Airlines, Saudia, serta Lion Air.

Pihaknya pun mengimbau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) agar tetap berkoordinasi dengan pemerintah dan perwakilan Indonesia di luar negeri demi memastikan keamanan jemaah.

“Kami meminta PPIU yang tetap memberangkatkan jemaah untuk terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji, Kementerian Luar Negeri, KJRI, serta Kantor Urusan Haji,” kata Enjah.*

Pos terkait