SATUMEDIA.ID – Gelombang minat berhaji di usia muda kian terasa di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Di tengah panjangnya antrean keberangkatan, tercatat sebanyak 25 anak bahkan sudah mendaftar haji sejak usia 12 tahun.
Data ini diungkap Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) KBB, Enjah Sugiarto. Ia menyebut, fenomena tersebut menjadi sinyal meningkatnya kesadaran generasi muda untuk menunaikan rukun Islam kelima lebih awal.
Sepanjang 2025, jumlah pendaftar haji di Bandung Barat mencapai sekitar 1.700 orang. Dari angka itu, sekitar 18 persen merupakan pendaftar usia muda, yakni rentang 12 hingga 30 tahun.
“Ada 25 orang yang mendaftar di usia 12 tahun. Ini tren yang terus naik, terutama di kalangan generasi muda,” kata Enjah, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, tren ini tak lepas dari gencarnya kampanye “haji muda” yang mendorong masyarakat mendaftar sejak dini. Selain alasan ibadah, faktor strategis juga menjadi pertimbangan utama, mengingat masa tunggu haji yang kini sangat panjang.
Di Bandung Barat sendiri, daftar tunggu haji telah menembus angka 22.700 orang. Dengan estimasi waktu tunggu hingga 30 tahun, pendaftaran di usia muda dinilai sebagai langkah realistis agar bisa berangkat di usia yang masih prima.
“Kalau daftar di usia 12 tahun, saat berangkat nanti masih sekitar usia 40-an. Kondisi fisik tentu lebih siap dibanding daftar di usia lebih tua,” jelasnya.
Untuk musim haji 2026, tercatat 107 calon jemaah telah melunasi biaya perjalanan. Namun, hanya 89 orang yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.
Sebanyak 12 calon jemaah memilih mutasi ke daerah lain, sementara 6 lainnya menunda keberangkatan. Alasan penundaan didominasi faktor kesehatan serta keinginan berangkat bersama pasangan atau mahram.
Rencananya, para jemaah asal Bandung Barat akan diberangkatkan pada 13 Mei 2026 melalui kloter KJT-29. Mereka akan bertolak dari Masjid Ash-Siddiq menuju Asrama Haji Indramayu, sebelum terbang dari Bandara Kertajati di Majalengka.
Fenomena pendaftar belia ini menjadi gambaran baru bahwa ibadah haji kini tak lagi identik dengan usia lanjut, melainkan mulai direncanakan sejak masa remaja.*



