Bandung Barat Dorong Sampah Jadi Energi, Jeje Ritchie: Cara Konvensional Tak Lagi Memadai

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat penandatanganan kesepakatan bersama pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Selasa (7/4/2026).(Dok.Prokompim KBB).**

SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan bahwa pengelolaan sampah dengan metode konvensional sudah tidak lagi relevan untuk menjawab tantangan lingkungan ke depan. Hal ini disampaikannya usai penandatanganan kesepakatan bersama pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Kesepakatan tersebut melibatkan sejumlah pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya, seperti Pemerintah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, juga Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Jeje, Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti di Kecamatan Cipatat selama ini memiliki peran penting dalam sistem pengelolaan sampah. Namun, pendekatan lama dinilai sudah tidak mampu lagi mengimbangi kompleksitas persoalan sampah perkotaan.

“Melalui penandatanganan ini, kita mengambil langkah strategis untuk mengolah sampah dengan teknologi ramah lingkungan yang mampu mengubahnya menjadi energi listrik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerja sama ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang pengelolaan sampah perkotaan menjadi energi terbarukan. Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan bernilai tambah.

Jeje menilai, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) di Sarimukti akan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, proyek ini juga diharapkan mampu menyediakan energi listrik terbarukan serta mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Tak hanya itu, keberadaan PLTS juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah dari pengolahan sampah. “Ini juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mendukung pengurangan emisi karbon,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jeje turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atas dukungan terhadap proyek tersebut.

Sementara itu, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menuntaskan persoalan sampah, salah satunya melalui optimalisasi teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Ia mengungkapkan bahwa TPPAS Sarimukti dinilai sebagai lokasi strategis untuk pengembangan PLTS di wilayah Bandung Raya. Selain di Sarimukti, proyek serupa juga direncanakan akan dibangun di Kabupaten Bogor guna meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah regional.

Menurut Dedi, keberadaan PLTS akan berdampak langsung pada efisiensi anggaran daerah. Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengelolaan sampah dapat ditekan, sehingga alokasi dana bisa dialihkan ke sektor pembangunan lainnya.

“Dalam tiga tahun ke depan, kita menargetkan sampah bisa diubah menjadi energi listrik. Sederhananya, sampah hilang, listrik pun terang,” ujar Dedi.*

Pos terkait