SATUMEDIA.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan santunan ahli waris tahap II untuk 59 jiwa korban bencana alam tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebesar Rp885 juta di ruang rapat Sekda KBB, Ngamprah, Selasa (3/3/2026).
Bantuan secara simbolis diserahkan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal kepada Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail. Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Asep Ismail, Sekda KBB Ade Zakir, pejabat terkait lainnya, serta sejumlah ahli waris korban bencana.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI beserta seluruh jajaran yang dinilai sigap mendampingi masyarakat sejak hari pertama bencana.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan dukungan Kementerian Sosial, khususnya jajaran Direktorat PSKB, Kepala BBPPKS Bandung, dan Sentra Wyata Guna yang terus membersamai masyarakat kami dalam masa sulit ini,” kata Bupati Jeje.
Ia menyatakan Kementerian Sosial juga telah menyalurkan santunan kepada ahli waris korban dalam dua tahap. Tahap pertama diberikan pada 6 Februari 2026 kepada 21 korban, disusul tahap kedua kepada 59 korban lainnya. Bantuan permakanan dan peralatan tanggap bencana lainnya turut disalurkan bagi warga terdampak.
Pada kesempatan itu, Jeje mengatakan
masa tanggap darurat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, resmi berakhir.
Tanggap darurat dilaksanakan sejak 24 Januari hingga 6 Februari 2026, kemudian dilanjutkan dengan masa transisi pada 7–14 Februari 2026. Seluruh rangkaian penanganan darurat tersebut kini telah selesai dilaksanakan.

“Alhamdulillah, seluruh tahapan masa tanggap darurat hingga transisi telah kita selesaikan. Kami terus memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pendampingan yang layak,” ujar Jeje.
Bencana longsor tersebut berdampak pada 51 kepala keluarga atau 158 jiwa. Dari jumlah itu, 78 orang dinyatakan selamat, sementara 80 orang sebelumnya dilaporkan hilang.
Proses pencarian korban dipimpin oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Hingga akhir operasi, sebanyak 64 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara 16 korban lainnya telah ditemukan namun masih dalam proses identifikasi.
Selain fokus pada pencarian dan pemulasaraan jenazah, pemerintah juga mengerahkan berbagai langkah untuk meringankan beban warga terdampak. Dapur umum lapangan didirikan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, dengan dukungan Bekangdam III/Siliwangi, Brimob Polda Jawa Barat, BPBD Jawa Barat, serta Marinir.
Layanan dukungan psikososial turut diberikan sejak hari pertama kejadian. Pendampingan tersebut diarahkan oleh Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kemensos dan BBPPKS Bandung, dan masih terus berlangsung hingga masa transisi.
Pemkab Bandung Barat selanjutnya akan memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi guna memulihkan kondisi sosial serta infrastruktur di wilayah terdampak longsor.*





