Mudik Gratis KBB Resmi Dibuka, Warga Bisa Daftar Lewat Ponsel

Kepala Dinas Perhubungan KBB, Mochammad Ridwan Evi.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat resmi membuka pendaftaran program mudik gratis Lebaran 1447 Hijriah mulai Kamis (5/3/2026). Program itu ditujukan bagi warga yang ingin merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman secara aman dan nyaman.

Kepala Dinas Perhubungan KBB, Mochammad Ridwan Evi, mengatakan pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi https://mudik-gratis.bandungbaratkab.go.id dan dapat diakses menggunakan telepon seluler.

“Pendaftaran mudik gratis sudah dibuka. Masyarakat bisa daftar secara online lewat link yang kami sediakan. Kuotanya untuk 150 orang,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).

Pemkab Bandung Barat menyediakan 150 kursi yang akan diberangkatkan menggunakan tiga unit bus, masing-masing berkapasitas 50 penumpang.

Ridwan menjelaskan, pendaftar wajib mengunggah sejumlah dokumen persyaratan, di antaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang menunjukkan domisili sebagai warga Kabupaten Bandung Barat. Bagi warga yang baru pindah, diwajibkan melampirkan surat domisili dari desa setempat.

Setelah mendaftar, peserta akan menerima notifikasi melalui WhatsApp. Warga yang dinyatakan lolos seleksi diminta melakukan registrasi ulang secara offline untuk proses validasi akhir.

“Kalau pendaftar banyak, nanti kami validasi dan kaji. Aspek ekonomi juga menjadi pertimbangan, dan yang pasti harus warga Bandung Barat,” kata dia.

Pada mudik gratis tahun ini, Pemkab Bandung Barat menyiapkan dua rute perjalanan, yakni Padalarang–Solo dan Padalarang–Yogyakarta. Keberangkatan dijadwalkan pada 18 Maret 2026 dari eks Giant Kota Baru Parahyangan.

“Pelepasan langsung oleh pak Bupati
di eks Giant Kota Baru Parahyangan (KBP), Kecamatan Padalarang. Adapun tujuannya masih sama seperti tahun lalu. Jumlah bus ada tiga dengan kapasitas total 150 kursi. Keberangkatan tanggal 18 Maret 2026,” ujar Ridwan.

Ridwan menambahkan, program ini merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat. Selain itu, mudik gratis diharapkan dapat menekan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Menurut dia, perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan roda dua memiliki risiko kecelakaan yang lebih tinggi, terutama saat arus mudik Lebaran.

“Banyak warga Bandung Barat yang pulang kampung menggunakan sepeda motor. Melalui  program ini, kami ingin mengurangi mudik dengan kendaraan roda dua agar lebih aman,” pungkasnya.*

Pos terkait