Jelang Lebaran 2026, Kemenhub Perketat Ramp Check Transportasi Darat, Laut, dan Udara

Ramp check dilakukan petugas UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub KBB secara jemput bola dengan mendatangi salah satu pool bus Berdikari Kawan Lintas (BKL) Jalan Raya Batujajar, Rabu (26/3/2025).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Kementerian Perhubungan memperketat pemeriksaan kelaikan seluruh moda transportasi menjelang masa Angkutan Lebaran 2026. Pemeriksaan atau ramp check dilakukan pada transportasi darat, laut, udara, hingga kereta api guna memastikan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode mudik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan untuk secara konsisten melakukan ramp check terhadap armada transportasi yang akan beroperasi selama masa Lebaran.

“Keselamatan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran harus menjadi prioritas utama. Karena itu saya instruksikan seluruh jajaran untuk melakukan ramp check secara konsisten dan sesuai prosedur agar semua sarana transportasi benar-benar dalam kondisi laik jalan,” ujar Dudy dikutip dari laman Kemenhub, Senin (9/3/2026).

Menurut Dudy, pemeriksaan intensif tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus memastikan seluruh operator transportasi memenuhi standar keselamatan.

Di sektor transportasi darat, ramp check telah dilakukan terhadap 27.664 unit bus sejak 23 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.516 unit dinyatakan layak beroperasi. Sementara sisanya mendapat peringatan untuk melakukan perbaikan, dilarang beroperasi sementara, hingga dikenakan sanksi tilang.

Pada sektor transportasi laut, uji kelaiklautan telah dilakukan terhadap 832 kapal dari total armada 840 kapal. Adapun pada transportasi penyeberangan, sebanyak 220 kapal telah diperiksa dari total 254 kapal yang tersedia.

Sementara itu, di sektor penerbangan, ramp check telah dilakukan terhadap 372 pesawat dari total armada 564 pesawat. Sedangkan pada sektor perkeretaapian, pemeriksaan dilakukan terhadap 3.672 unit sarana dari total 3.687 unit yang dimiliki operator.

Dudy menegaskan, seluruh operator transportasi wajib melakukan perawatan armada secara optimal sebelum dioperasikan. Hal tersebut penting untuk memastikan keselamatan penumpang sekaligus memberikan pelayanan terbaik selama periode Lebaran.

“Semua transportasi publik harus menjamin keselamatan penumpang dan memberikan pelayanan yang optimal agar masyarakat merasa aman dan nyaman selama perjalanan,” katanya.

Selain memastikan kesiapan armada, Kementerian Perhubungan juga terus memantau program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah.

Hingga 5 Maret 2026, jumlah pendaftar mudik gratis menggunakan bus tercatat mencapai 15.550 orang dari total kuota 15.834 penumpang.

Untuk program pengangkutan sepeda motor menggunakan truk, jumlah pendaftar mencapai 172 unit dari kuota 240 unit sepeda motor. Sementara program Angkutan Motor Gratis dengan Kereta Api (Motis) mencatat 9.529 unit sepeda motor telah didaftarkan dari total kuota 11.900 unit, dengan jumlah penumpang mencapai 18.382 orang dari kuota 28.196 orang.

Adapun program mudik gratis menggunakan kapal laut menyediakan kuota 69.232 penumpang untuk berbagai rute di seluruh Indonesia. Pada hari pertama pendaftaran, Jumat (6/3/2026), tercatat sebanyak 5.933 orang telah mendaftar.

Di sisi lain, pemerintah juga mencatat peningkatan penjualan tiket pesawat setelah pemberlakuan stimulus harga. Untuk periode penerbangan domestik 13–29 Maret 2026, tiket yang telah terjual mencapai 1.767.574 kursi.

Tiga rute dengan penjualan tertinggi yakni Jakarta–Denpasar, Jakarta–Medan, dan Jakarta–Padang.

Dudy mengimbau masyarakat memanfaatkan berbagai program mudik gratis yang disediakan pemerintah agar dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi selama periode Lebaran.

Ia berharap dengan sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, serta operator transportasi, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar.

“Dengan kolaborasi yang intens dengan seluruh pemangku kepentingan, saya optimistis pergerakan masyarakat selama libur Lebaran dapat berlangsung aman, nyaman, dan terkendali,” ujarnya.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, jumlah pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Provinsi tujuan terbanyak diprediksi menuju Jawa Tengah dengan pergerakan sekitar 38,71 juta orang.

Pos terkait