SATUMEDIA.ID – Harga cabai dan daging sapi di Kota Cimahi diperkirakan tetap terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah daerah memprediksi kenaikan harga hanya terjadi beberapa hari sebelum Lebaran dan tidak akan melonjak tinggi.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkoperin) Cimahi, Indra Bagjana, mengatakan harga cabai tanjung saat ini masih relatif stabil di pasaran. Meski ada potensi kenaikan menjelang Lebaran, angkanya diperkirakan tidak akan menembus Rp100.000 per kilogram.
“Cabai tanjung hingga saat ini masih stabil. Prediksi kenaikan mungkin terjadi di H-4 atau H-3 Lebaran, namun hanya di kisaran Rp60.000 sampai Rp70.000 per kilogram,” ujar Indra, Sabtu (14/3/2026).
Sementara itu, harga cabai rawit merah atau yang dikenal sebagai cengek domba justru mengalami penurunan dibandingkan awal Ramadan. Saat ini harganya berada di kisaran Rp80.000 per kilogram, setelah sempat menyentuh Rp100.000 hingga Rp105.000 per kilogram pada awal bulan puasa.
Menurut Indra, menjelang Lebaran biasanya permintaan cengek domba tidak terlalu tinggi karena masyarakat cenderung beralih menggunakan cabai tanjung untuk kebutuhan memasak.
“Biasanya menjelang Lebaran permintaan cengek domba tidak terlalu tinggi karena banyak yang beralih ke cabai tanjung,” katanya.
Selain cabai, harga daging sapi juga dipastikan relatif stabil. Indra menyebut fluktuasi harga komoditas tersebut lebih dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan dibandingkan momentum Ramadan maupun Lebaran.
Saat ini harga daging sapi berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Sementara untuk daging bagian premium seperti has dalam, harganya bisa mencapai Rp150.000 per kilogram.
“Kenaikannya hanya sekitar 5 sampai 8 persen, tidak signifikan,” ujar Indra.
Ia juga memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok di Kota Cimahi masih aman menjelang Lebaran. Menurutnya, periode Ramadan hingga Idulfitri justru menjadi momentum bagi distributor dan produsen untuk meningkatkan pasokan ke pasar.
“Stok insya Allah aman dan tidak ada masalah, khususnya untuk bahan pokok,” kata Indra.*



