SATUMEDIA.ID – Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi menjamin ketersediaan gas elpiji 3 kilogram hingga periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagkoperin Kota Cimahi, Indra Bagjana mengatakan, kuota gas elpiji 3 kilogram untuk Kota Cimahi mencapai 19.557 ton.
“Jika dikonversikan, kuota gas bersubsidi yang didapat Kota Cimahi mencapai 6.525.660 tabung sepanjang tahun 2024. Untuk jumlah yang didapat tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2023 yang hanya 6.038.667 tabung,” kata Indra kepada wartawan.
Dengan demikian setiap bulannya mengalami kenaikan dari sebelumnya 502.222 tabung di tahun 2023 menjadi sebanyak 543.805 tabung di tahun 2024.
“Insya Allah ketersediaan gas elpiji 3 kilogram atau bersubsidi masih aman dan mencukupi,” kata Indra.
Ia memastikan ketersediaan jumlah gas elpiji bersubsidi yang disiapkan itu sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Cimahi.
“Namun, jika terjadi kekurangan, kami selalu melakukan koordinasi dengan Hiswana Migas. Sejauh ini alhamdulillah belum ada laporan kelangkaan dari wilayah, dan jangan sampai ada,” tuturnya.
Mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram, sebut Indra, masih sama. Menurutnya, hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor:542/Kep.96-Diskopindagtan/III/2015/2015 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji Tabung Ukuran 3 Kilogram, HET di tingkat agen adalah Rp 14.750 per tabung. Sementara harga di pangkalan Rp 16.600 per tabung.
“Tidak ada perubahan HET gas bersubsidi, masih sama. Pedagang atau pengecer tidak boleh menjual melebihi HET,” tandasnya.
Ia menjelaskan, elpiji 3 kilogram hanya untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro. Bukan untuk pengusaha besar.
Yang boleh membeli elpiji 3 kilogram harus memenuhi sejumlah kriteria, yaitu rumah tangga miskin dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta serta pelaku Usaha Kecil dan Mikro (UKM) yang memiliki omset Rp 50 juta dalam sebulan,” tandasnya.*



