Produksi Susu Tembus 61 Ribu Ton, Bandung Barat Dorong Konsumsi Gizi untuk Anak

Kebiasaan mengonsumsi susu dan ikan secara rutin dinilai penting untuk meningkatkan kecerdasan sekaligus mencegah stunting, terutama pada anak-anak dan ibu hamil.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Kebiasaan mengonsumsi susu dan ikan secara rutin dinilai penting untuk meningkatkan kecerdasan sekaligus mencegah stunting, terutama pada anak-anak dan ibu hamil. Selain kaya nutrisi, kedua sumber pangan hewani tersebut juga berperan besar dalam mendukung pertumbuhan tulang, perkembangan otak, serta daya tahan tubuh.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Riyan Haskar Rayka Apriyanto, mengatakan susu hewani menjadi salah satu sumber gizi penting karena mengandung protein, kalsium, dan vitamin D yang dibutuhkan tubuh.

“Susu sangat baik untuk pertumbuhan tulang, meningkatkan kecerdasan, dan mencegah kekurangan gizi yang bisa menyebabkan stunting,” ujar Riyan mewakili Kepala Dispernakan KBB Wiwin Apriani, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan, susu hewani berasal dari berbagai jenis ternak seperti sapi, kambing, kerbau, unta, dan domba. Di Bandung Barat, produksi susu terutama berasal dari sapi perah dan kambing perah.

Riyan menyebutkan, populasi sapi perah di KBB mencapai 26.603 ekor pada 2025, dengan produksi susu sekitar 61.165 ton pada tahun yang sama.

Peternakan sapi perah berkembang pesat karena kondisi geografis Bandung Barat yang didominasi wilayah dataran tinggi dengan suhu sejuk. Sentra peternakan sapi perah tersebar di sejumlah kecamatan seperti Lembang, Parongpong, Cisarua, Ngamprah, dan Gunung Halu.

Selain susu sapi, potensi susu kambing juga dinilai cukup menjanjikan. Susu kambing memiliki kandungan nutrisi yang mendekati air susu ibu (ASI) dan lebih mudah dicerna karena ukuran molekul lemaknya lebih kecil.

“Susu kambing kaya protein, lemak, kalsium, fosfor, serta vitamin A, D, dan B12. Meski manfaatnya besar, konsumsi susu kambing masih belum sepopuler susu sapi,” kata Riyan.

Pengembangan kambing perah di Bandung Barat saat ini tersebar di Kecamatan Cisarua, Cikalong Wetan, Sindangkerta, Cipongkor, Saguling, Gunung Halu, dan Rongga. Pemerintah daerah berharap produksi susu kambing dan produk olahannya dapat meningkat untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Konsumsi Ikan Penting untuk Perkembangan Otak

Selain susu, konsumsi ikan juga dinilai sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan kecerdasan anak. Ikan dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi serta kaya omega-3 (DHA dan EPA) yang berperan penting dalam perkembangan otak dan saraf.

Nutrisi lain yang terkandung dalam ikan antara lain vitamin D, yodium, zat besi, dan zinc yang mendukung pertumbuhan serta kesehatan tulang.

Konsumsi ikan secara rutin, kata Riyan, dapat membantu meningkatkan kemampuan memori, konsentrasi, serta mendukung perkembangan kognitif anak. Ia menganjurkan masyarakat untuk mengonsumsi ikan setidaknya dua kali dalam seminggu.

Berbagai jenis ikan yang populer dikonsumsi masyarakat antara lain ikan air tawar seperti ikan mas, nila, lele, patin, gurami, dan bawal. Sementara ikan laut yang banyak dikonsumsi di antaranya tuna, tongkol, cakalang, salmon, kembung, tenggiri, kakap, hingga barracuda.

Bandung Barat juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi ikan air tawar di Jawa Barat. Hal ini didukung keberadaan dua waduk besar, yaitu Waduk Saguling dan Waduk Cirata.

Sebagian besar ikan yang dihasilkan dari kedua waduk tersebut adalah ikan nila dan patin. Sementara dari budidaya kolam darat, masyarakat banyak memproduksi ikan mujair, nila, lele, dan gurami.

Pemerintah daerah berharap peningkatan produksi susu dan ikan dapat memperkuat pasokan pangan hewani sekaligus membantu menekan angka stunting di Kabupaten Bandung Barat.*

 

Pos terkait