SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menunggu kebijakan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) maupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pihaknya belum bisa mengambil keputusan sebelum ada petunjuk resmi dari pemerintah pusat.
“Untuk WFH sama PJJ, kami masih menunggu juklak dan juknisnya. Karena tidak boleh sembarangan,” ujar Farhan dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (26/3/2026).
Menurut dia, saat ini masih terdapat perbedaan rekomendasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pola kerja fleksibel. Pemerintah provinsi menyarankan skema Work From Anywhere (WFA) diterapkan setiap Kamis, sementara pemerintah pusat mengusulkan pelaksanaannya pada Jumat.
Perbedaan tersebut, kata Farhan, masih dikaji oleh Pemkot Bandung dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Termasuk di antaranya kemungkinan penerapan PJJ di sekolah.
“Kita lagi lihat situasinya dulu, termasuk mempertimbangkan apakah sekolah juga perlu melakukan PJJ,” katanya.
Di sisi lain, Farhan memastikan kondisi pasokan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), di Kota Bandung masih aman dan terkendali. Ia menyebut, pemerintah pusat melalui Pertamina telah menjamin distribusi BBM berjalan normal.
“Pertamina menjamin bahwa kita masih akan ada pasokan BBM. Dan tidak ada tanda-tanda kenaikan harga BBM subsidi,” ujarnya.
Meski demikian, Farhan menegaskan isu krisis energi merupakan kewenangan pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah masih menunggu arahan lebih lanjut terkait langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan.*





