SATUMEDIA.ID – Sebuah pengakuan mengejutkan dari seorang ibu muda menjadi viral di media sosial setelah bayinya nyaris tertukar dengan bayi lain saat menjalani perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung.
Kisah tersebut diunggah melalui akun TikTok milik Nindy dalam video berdurasi 5 menit 4 detik. Dalam unggahan itu, pemilik akun bernama Nina Saleha (27) menyampaikan kekecewaan dan ketidakterimaannya terhadap dugaan kelalaian perawat yang hampir menyerahkan bayinya kepada pasangan suami istri lain.
Saat ditemui di kediamannya di Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Kamis (9/4/2026), Nina menuturkan bahwa bayinya yang berjenis kelamin laki-laki dirawat di RSHS karena mengalami penyakit kuning.
“Anak saya lahir hari Rabu, 1 April 2026 di RS Unpad Jatinangor, lalu masuk ke RSHS pada Minggu (5/4/2026) karena sakit kuning,” ujar Nina.
Menurut dia, pada Selasa sore, dirinya bersama suami diminta datang ke rumah sakit untuk membawa pakaian ganti karena sang bayi dijadwalkan pulang keesokan harinya. Namun, menjelang waktu kepulangan, Nina tidak kunjung dipanggil oleh perawat untuk menjemput bayinya di ruang NICU.
“Saya sebelumnya sudah memandikan dan mengganti baju anak, lalu menunggu dipanggil. Karena lama tidak ada panggilan, saya dan suami inisiatif turun untuk makan,” katanya.
Rasa curiga muncul saat Nina kembali menuju ruang NICU. Ia terkejut ketika melihat bayinya sedang digendong oleh pasangan suami istri lain yang juga memiliki bayi dirawat di ruangan yang sama.
“Saya mengenali dari baju dan selimutnya. Setelah saya lihat wajahnya, ternyata benar itu anak saya. Saya langsung memanggil ibu tersebut dan mengambil kembali bayi saya,” tuturnya.
Nina kemudian meminta penjelasan kepada perawat yang bertugas. Berdasarkan keterangan yang diterimanya, bayi tersebut diserahkan kepada orang lain karena Nina dianggap tidak merespons panggilan dari perawat.
“Katanya saya sudah dipanggil berkali-kali tapi tidak datang. Karena itu, bayi saya malah diberikan ke orang lain. Saya tentu marah, karena itu jelas anak saya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Nina juga mengungkapkan bahwa gelang identitas bayinya sempat digunting oleh perawat dengan alasan kekhawatiran terhadap kemungkinan adanya virus pada gelang tersebut. Hal ini semakin menambah kekecewaannya.
“Gelang identitas anak saya digunting. Alasannya takut ada virus di gelangnya. Saya benar-benar tidak menerima perlakuan seperti itu,” katanya.
Saat ini, bayi yang baru berusia satu minggu tersebut telah diperbolehkan pulang dan dalam kondisi membaik. Ia kini berada di kediaman keluarga di Gang H. Manaf, RT 03/RW 12, Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah sekarang sudah membaik. Ini anak ketiga saya. Dari pihak rumah sakit sudah menghubungi saya melalui WhatsApp untuk meminta pertemuan dengan saya dan suami,” ujar Nina.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSHS Bandung disebut tengah berupaya melakukan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut terkait insiden tersebut guna memastikan standar keselamatan pasien tetap terjaga.*


