Pemkot Bandung Jajaki Mitra Baru untuk Pengelolaan Bandung Zoo

Bandung Zoo.(doc. Diskominfo Kota Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuka peluang kerja sama pengelolaan Bandung Zoo melalui kegiatan market sounding yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandung, Agus Slamet Firdaus, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari skema pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) dalam bentuk Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Skema tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengelolaan kebun binatang yang lebih profesional, modern, dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini bertujuan menjaring calon mitra potensial yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan konservasi satwa sekaligus pengembangan kawasan yang terintegrasi,” ujar Agus dalam keterangan resminya dikutip Jumat (10/4/2026).

Agenda market sounding akan digelar di Hotel Aryaduta Bandung mulai pukul 10.00 WIB. Pemkot Bandung mengundang berbagai pihak, khususnya lembaga konservasi berbadan hukum, untuk berpartisipasi dan menyampaikan minat serta masukan terhadap rencana kerja sama tersebut.

Tidak hanya berfokus pada konservasi satwa, skema kerja sama yang ditawarkan juga mencakup pengelolaan ruang terbuka hijau, pembangunan fasilitas edukasi, serta penyediaan sarana rekreasi bagi masyarakat. Melalui forum ini, Pemkot Bandung ingin memastikan proses kerja sama berjalan secara transparan, kompetitif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pembenahan menyeluruh terhadap Bandung Zoo, mulai dari peningkatan tata kelola, kesejahteraan satwa, hingga kualitas layanan publik. Selain itu, keterlibatan pemerintah pusat tetap menjadi perhatian penting, mengingat pengelolaan satwa dilindungi berada dalam kewenangan nasional.

Pemkot Bandung berharap kegiatan ini dapat menarik minat investor maupun lembaga konservasi yang memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan, sehingga Bandung Zoo dapat berkembang menjadi pusat konservasi, edukasi, dan rekreasi yang representatif di Kota Bandung.*

Pos terkait