SATUMEDIA.ID – Kabar baik bagi pencari kerja. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali menggelar Job Fair 2026 dengan membuka ribuan peluang kerja yang bisa langsung dilamar masyarakat.
Sebanyak 3.528 lowongan kerja disiapkan oleh 19 perusahaan pada kegiatan bursa kerja yang akan digelar di Teras Sunda Cibiru 17, Sabtu (25/4/2026). Jumlah ini menjadi salah satu yang terbesar dalam rangkaian job fair tahun ini.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan, penyelenggaraan job fair menjadi langkah konkret untuk menekan angka pengangguran terbuka yang masih berada di atas rata-rata nasional.
“Job fair ini bukan sekadar ajang rekrutmen, tetapi solusi nyata untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi tenaga kerja yang ada,” ujar Yayan dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, ribuan lowongan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari manufaktur, ritel, perhotelan, hingga food and beverage yang masih mendominasi kebutuhan tenaga kerja. Di sisi lain, sektor digital dan industri kreatif seperti teknologi informasi dan digital marketing juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Tak hanya itu, peluang kerja yang tersedia juga beragam, dari posisi entry level hingga tenaga berpengalaman. Kondisi ini membuka kesempatan luas, terutama bagi fresh graduate dan lulusan SMK yang menjadi target utama penyerapan tenaga kerja.
Selain menghadirkan ribuan lowongan, Job Fair 2026 juga dilengkapi berbagai program pendukung, seperti konsultasi karier, pelatihan penyusunan CV, coaching clinic, hingga seminar terkait tren industri. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan pencari kerja dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Disnaker memastikan seluruh perusahaan peserta telah melalui proses verifikasi guna menjamin legalitas dan transparansi lowongan. Kanal pengaduan juga disediakan untuk mengantisipasi potensi penipuan.
Meski terbuka untuk umum, warga ber-KTP Kota Bandung tetap mendapat prioritas dalam akses informasi dan program pendampingan.
Yayan mengakui, tantangan utama saat ini masih pada kesenjangan antara kualifikasi tenaga kerja dan kebutuhan industri, serta perubahan cepat akibat perkembangan teknologi.
“Ke depan, kemampuan digital, komunikasi, dan adaptasi menjadi kunci utama agar tenaga kerja bisa bertahan dan berkembang,” kata dia.
Ia pun mengimbau masyarakat memanfaatkan momentum ini dengan persiapan matang, mulai dari dokumen lamaran hingga pemahaman terhadap perusahaan yang dilamar.
“Job fair adalah langkah awal. Yang terpenting adalah terus belajar dan mengembangkan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja,” tuturnya.*




