BBM Naik Tajam, Biaya Angkut Sampah Kota Bandung Melonjak Dua Kali Lipat

Kenaikan bahan bakar solar membuat biaya BBM untuk pengangkutan sampah Kota Bandung meningkat hingga dua kali lipat.(Dok.Humas Kota Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi menjadi pukulan telak bagi operasional pengangkutan sampah di Kota Bandung. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini harus memutar otak agar layanan kebersihan tetap berjalan di tengah beban biaya yang membengkak.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan harga solar yang semula berada di kisaran Rp14.000 per liter kini melonjak drastis menjadi sekitar Rp23.000 per liter.

Kenaikan tersebut berdampak langsung pada biaya operasional truk sampah yang kini membengkak hingga dua kali lipat.

“Kenaikan ini membuat biaya BBM untuk pengangkutan sampah meningkat hingga dua kali lipat. Ini menjadi tantangan yang harus segera kita respons,” ujar Farhan dalam.keterangan dikutip Sabtu (25/4/2026).

Tekanan akibat lonjakan BBM ini diperparah dengan keterbatasan kuota pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang memicu antrean panjang truk dari berbagai wilayah Bandung Raya.

Bahkan, sejumlah truk harus menginap di area TPA sebelum bisa membuang muatan. Kondisi ini membuat siklus pengangkutan semakin lambat dan biaya operasional kian membengkak.

Farhan memperingatkan, tanpa penyesuaian kebijakan, kemampuan anggaran yang ada hanya cukup menopang operasional hingga sekitar Oktober 2026.

“Kalau tidak ada penyesuaian, secara hitungan kami hanya kuat sampai Oktober,” katanya.

Saat ini, Pemkot Bandung tengah mengkaji berbagai langkah, mulai dari efisiensi operasional hingga penyesuaian anggaran, serta menjajaki koordinasi dengan pemerintah pusat untuk merumuskan solusi jangka panjang.

Lonjakan harga BBM ini pun menjadi alarm serius bagi keberlanjutan layanan kebersihan kota, yang selama ini sangat bergantung pada stabilitas biaya operasional armada pengangkut sampah.*

Pos terkait