SATUMEDIA.ID – Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, kekuatan fiskal Indonesia saat ini ditopang oleh disiplin pengelolaan anggaran dan reformasi yang telah dilakukan jauh sebelum tekanan global meningkat.
Menkeu menyebut kepercayaan terhadap fundamental fiskal Indonesia kini semakin kuat, tercermin dari pandangan positif lembaga internasional dan pelaku pasar.
“Fundamental kita tidak lagi dipertanyakan, termasuk soal defisit. Ini menunjukkan kredibilitas kebijakan fiskal kita terjaga,” ujarnya dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Senin (27/4/2026).
Pemerintah juga memastikan kondisi kas negara berada pada level aman. Strategi pengelolaan kas dilakukan secara aktif, termasuk penempatan dana sekitar Rp300 triliun di sektor perbankan untuk menjaga likuiditas dan mendorong aktivitas ekonomi.
Menurut Menkeu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan tanpa membebani APBN. “Kita dorong likuiditas supaya ekonomi tetap bergerak, tapi tetap prudent dalam pengelolaan anggaran,” katanya.
Di sisi kebijakan, pemerintah terus melanjutkan reformasi struktural, mencakup pembenahan perpajakan, bea cukai, hingga efisiensi belanja negara. Arah kebijakan fiskal juga difokuskan untuk menopang sektor riil sekaligus menjaga stabilitas.
Penyaluran subsidi pun dipastikan semakin selektif. Pemerintah menargetkan bantuan hanya bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sementara kelompok ekonomi mampu tidak lagi menjadi penerima.
“Subsidi kita batasi agar tepat sasaran. Ini penting untuk menjaga kesehatan fiskal sekaligus melindungi masyarakat rentan,” ujar Menkeu.
Dalam menghadapi tekanan eksternal, kekuatan permintaan domestik yang mencapai sekitar 90 persen dinilai menjadi bantalan utama ekonomi nasional. Pemerintah pun terus memantau perkembangan global dan membuka ruang intervensi kebijakan jika diperlukan.
Untuk triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tetap terjaga dengan peluang peningkatan seiring optimalisasi berbagai kebijakan.
“Ke depan, kita akan terus mempercepat perbaikan struktural dan memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berdampak ke masyarakat,” kata Menkeu.
Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor riil agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjaga, tetapi juga semakin inklusif.*




