Sampah Menggunung di Jalan Rancabentang Cimahi, Warga Salah Paham Jadwal Pengangkutan

Tumpukan sampah menggunung hampir menutupi badan  Jalan Rancabentang RW 26, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (25/5/2026) pagi.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Tumpukan sampah menggunung hampir menutupi badan  Jalan Rancabentang RW 26, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (25/5/2026) pagi. Memicu kemacetan dan menebarkan bau tidak sedap di sekitar lokasi.

Pantauan di lapangan, tumpukan sampah berada tepat di depan kantor UPT Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi. Kondisi tersebut membuat akses kendaraan di ruas jalan tersebut terganggu.

Ketua RW 26, Ajid Ago, mengatakan penumpukan sampah terjadi akibat kesalahpahaman informasi di tingkat RT terkait jadwal pengangkutan sampah.

“Ini sampah dari seluruh warga RW 26 yang menumpuk dalam waktu bersamaan. Terjadi karena warga mendapat informasi keliru terkait jadwal pengangkutan. Warga mengira truk sampah akan datang pada Sabtu (23/5/2026), sehingga banyak warga serentak membuang sampah ke titik transit tersebut,” kata Ajid.

Ia menjelaskan, penumpukan sampah terjadi akibat kesalahpahaman di tingkat RT terkait jadwal pengangkutan. Warga sempat mengira truk sampah akan beroperasi pada Sabtu, sehingga sampah dibuang secara bersamaan ke lokasi tersebut. Padahal, jadwal pengangkutan sampah organik dilakukan setiap Rabu, sedangkan sampah unorganik diangkut setiap Kamis.

Ajid memastikan lokasi penumpukan sampah di Jalan Rancabentang bukan merupakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), melainkan hanya titik pengumpulan sementara sebelum sampah diangkut truk menuju lokasi pembuangan akhir. Menurut dia, area tersebut biasa digunakan sebagai tempat singgah kendaraan pengangkut sampah dari tiap RT sebelum dipindahkan ke armada utama.

Ia juga menyebut, penumpukan sampah hingga meluber ke badan jalan baru pertama kali terjadi di wilayah RW 26. Biasanya, sampah yang terkumpul dapat langsung diangkut dalam hitungan jam sehingga tidak sampai mengganggu akses jalan maupun aktivitas warga sekitar.*

Pos terkait