Konversi Pembuangan ke TPA Sarimukti Berubah, Sampah Tak Terangkut di Cimahi Bertambah

Daya tampung TPA Sarimukti semakin menipis, sementara sampah masuk setiap hari dari Bandung Raya. (Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Penumpukan sampah kembali menghantui sejumlah titik di Kota Cimahi. Hal itu terjadi dampak dari kebijakan pembatasan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti.

Pembatasan ini tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6174/PBLS.04/DLH tentang Peringatan dan Pembatasan Pembuangan Sampah ke TPPAS Sarimukti. Dalam aturan tersebut, kuota sampah untuk setiap daerah diatur ketat dan dihitung setiap dua pekan sekali.

Kota Bandung mendapat jatah terbesar, yakni 981,31 ton per hari atau 13.738,34 ton per dua pekan. Sementara Cimahi hanya diizinkan membuang 119,16 ton per hari atau 1.668,24 ton per dua pekan. Kabupaten Bandung memperoleh 280,37 ton per hari, dan Kabupaten Bandung Barat 119,16 ton per hari.

“Iya, memang ada beberapa penumpukan, tidak bisa dihindari. Ini terjadi karena adanya konversi dari ritase menjadi tonase yang berdampak terhadap jumlah sampah yang bisa dibuang dari Cimahi,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, belum lama ini.

Menurutnya,  sistem baru berbasis tonase membuat kuota Cimahi otomatis berkurang. Jika sebelumnya 17 ritase truk bisa berangkat setiap hari, kini rata-rata hanya 13 hingga 14 rit.

“Beberapa kali truk kami harus putar balik karena jatah tonase harian sudah habis. Kondisi ini jelas bikin lapangan jadi chaos,” ungkapnya.

DLH Cimahi pun kini berpacu dengan waktu. Rini menilai, solusi jangka pendek tidak akan cukup jika masyarakat tidak ikut berubah.

“Kami mendorong warga untuk mulai memilah sampah dari rumah. Tanpa itu, penumpukan hanya akan semakin parah,” tegasnya.

DLH juga telah meminta setiap kelurahan untuk aktif turun ke masyarakat, memberikan edukasi tentang pemilahan dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

“Kalau tidak ada kesadaran bersama, seketat apa pun aturan kuota, masalahnya tidak akan selesai,” ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada warga untuk mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah awal mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Pentingnya peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ayo bareng-bareng pilah sampah. Konsep itu setidaknya akan membantu kami dalam mengelola sampah ini,” kata Chanifah.*

Pos terkait