Polisi Ungkap Fakta di Balik Teror Pocong yang Viral di Bandung Barat

Pocong dengan senjata tajam menebar teror di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).(Tangkapan layar FB @Amoyy Oktavianti).**

SATUMEDIA.ID – Warga  Kecamatan Padalarang dan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dibuat resah oleh kemunculan sosok menyerupai pocong yang disebut-sebut kerap menggedor pintu dan kaca rumah pada malam hari.

Isu pocong itu dalam beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warga mengaku ketakutan setelah mendengar cerita tentang sosok berbalut kain putih yang mendatangi permukiman warga pada malam hari, lalu mengetuk pintu dan jendela rumah sebelum menghilang.

Polisi memastikan teror tersebut ulah manusia yang sengaja menyamar untuk menakut-nakuti warga.

Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat mengatakan, pihak kepolisian sudah menerima banyak informasi terkait kejadian tersebut. Namun hingga kini belum ada laporan resmi yang dilayangkan masyarakat.

“Informasi yang kami dapat sejauh ini berasal dari cerita warga dan unggahan media sosial, belum ada laporan resmi secara tertulis,” ujar Gofur, Selasa (26/5/2026).

Meski demikian, polisi langsung menerjunkan anggota Unit Reskrim Polsek Padalarang untuk melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi yang disebut menjadi titik kemunculan sosok tersebut. Polisi juga mulai mengumpulkan keterangan dari warga yang mengaku melihat langsung aksi teror itu.

Menurut Gofur, dari hasil penelusuran awal, warga meyakini sosok yang disebut pocong itu sebenarnya merupakan manusia yang sengaja menyamar dengan balutan kain putih dan beraksi pada malam hari untuk menebar ketakutan.

“Anggota sudah turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan. Dari informasi sementara, ada keyakinan dari warga bahwa sosok itu adalah manusia yang menyamar dan punya niat tidak baik,” katanya.

Aksi teror itu disebut terjadi di beberapa titik di wilayah Bandung Barat dan kabarnya mulai merembet hingga kawasan Cimahi. Modus yang digunakan pun serupa, yakni pelaku mengenakan kain putih menyerupai pocong, lalu mendatangi rumah warga pada malam hari dan menggedor pintu maupun kaca rumah.

Situasi itu membuat kepanikan cepat menyebar di tengah masyarakat, terlebih setelah sejumlah video dan kabar terkait “pocong” viral di media sosial.

Untuk mengantisipasi keresahan yang semakin meluas, Polres Cimahi memastikan akan meningkatkan patroli Kring Serse di wilayah rawan, khususnya pada malam hingga dini hari.

Namun demikian, polisi menilai pengamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama menjaga keamanan lingkungan.

“Kami akan tingkatkan patroli kepolisian. Tapi warga juga perlu kembali mengaktifkan ronda malam atau siskamling sebagai langkah antisipasi,” ujar Gofur.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami berharap warga tetap waspada, jangan panik berlebihan, dan segera melapor jika melihat kejadian mencurigakan agar bisa segera ditindaklanjuti,” tandasnya.

Pos terkait