SATUMEDIA.ID – Warga Kampung Hegarmanah, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen yang layak.
Jembatan penghubung yang digunakan warga tiga RT ini, dinilai sudah tidak aman dan berpotensi membahayakan pengguna, terutama anak-anak sekolah.
Kepala Desa Cilangari, H. Sabana, mengatakan jembatan tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setelah bencana longsor pada 2018 memutus akses jalan utama warga.
“Saat longsor terjadi, akses jalan tertutup sehingga anak-anak sekolah dan warga tidak bisa melintas. Karena kebutuhan mendesak, masyarakat bersama para tokoh setempat bergotong royong membangun jembatan darurat agar aktivitas warga tetap berjalan,” ujar Sabana, Senin (15/6/2026).
Menurut dia, sejak dibangun delapan tahun lalu, jembatan kayu tersebut belum pernah mendapatkan bantuan pembangunan dari pemerintah kabupaten, maupun provinsi. Seluruh biaya perawatan dan perbaikan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
“Setiap beberapa bulan sekali jembatan harus diperbaiki karena kondisinya semakin menurun. Semua biaya berasal dari gotong royong warga. Sementara bantuan dari desa sendiri hanya alakadarnya,” kata Sabana.
Ia menuturkan keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat. Selain menjadi akses utama warga, jembatan itu juga digunakan oleh para pelajar yang menuju Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, akses tersebut juga menjadi jalur menuju sejumlah fasilitas keagamaan yang rutin digunakan masyarakat, termasuk kegiatan majelis taklim dan pelaksanaan ibadah Jumat.
Karena itu, pihaknya menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait agar segera memberikan bantuan pembangunan jembatan yang lebih aman dan permanen.
“Kami memohon perhatian dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta instansi terkait lainnya, termasuk TNI dan Polri. Kondisi jembatan saat ini sudah tidak layak digunakan. Kami khawatir terjadi kecelakaan yang menimpa anak-anak sekolah maupun warga yang melintas menggunakan kendaraan roda dua,” ujarnya.
Ia menegaskan, permohonan tersebut merupakan aspirasi masyarakat dari tiga RW di Kampung Hegarmana yang selama ini terus berupaya mempertahankan akses tersebut melalui kerja bakti dan gotong royong.
“Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera direalisasikan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Jembatan yang layak akan sangat membantu aktivitas pendidikan, sosial, dan keagamaan warga,” katanya.*




