21 Rumah Sakit Mitra BPJS Kesehatan Cimahi Raih Penghargaan, Puskesmas Cililin Torehkan Prestasi Nasional

Acara Penyerahan Penghargaan dan Rekonsiliasi Data Fasilitas Kesehatan yang digelar BPJS Kesehatan Cabang Cimahi di Hotel Harris Kota Bandung, Kamis (25/6/2026).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – BPJS Kesehatan Cabang Cimahi mencatat capaian membanggakan dalam peningkatan mutu layanan kesehatan di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dari 22 rumah sakit mitra yang bekerja sama, sebanyak 21 rumah sakit berhasil meraih penghargaan dari BPJS Kesehatan Pusat dengan predikat bintang 3 hingga bintang 5.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Cecep Heri Suhendar, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan transformasi layanan kesehatan dan digitalisasi yang terus dilakukan bersama fasilitas kesehatan.

“Ini menunjukkan bahwa hampir seluruh rumah sakit mitra telah memenuhi standar kualitas pelayanan dan transformasi digital yang ditetapkan, tanpa kesenjangan yang signifikan antara rumah sakit pemerintah maupun swasta,” ujar Cecep usai acara Penyerahan Penghargaan dan Rekonsiliasi Data Fasilitas Kesehatan di Hotel Harris Kota Bandung, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) KBB Ade Zakir, Sekda Kota Cimahi Maria Fitriana, serta sejumlah pejabat dari Pemkab Bandung Barat dan Pemkot Cimahi. Hadir pula Ketua Komisi IV DPRD KBB Nur Djulaeha.

Tak hanya di tingkat regional, sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Cimahi juga menorehkan prestasi nasional. Salah satunya Puskesmas Cililin yang berhasil meraih juara kedua tingkat nasional.

“Alhamdulillah penghargaan yang diraih bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional. Puskesmas Cililin berhasil menjadi juara kedua nasional. Dari 22 rumah sakit mitra di Cabang Cimahi, 21 di antaranya telah menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan Pusat,” kata Cecep.

Menurut dia, salah satu indikator keberhasilan transformasi layanan kesehatan terlihat dari penurunan signifikan waktu tunggu pasien. Jika sebelumnya peserta JKN harus menunggu hingga dua sampai tiga jam untuk mendapatkan pelayanan, kini rata-rata waktu tunggu berhasil ditekan menjadi sekitar satu jam.

“Rata-rata waktu tunggu layanan di Cimahi dan Bandung Barat kini sekitar 58 hingga 60 menit. Angka ini sudah sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan dan jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Cecep menilai perbaikan tersebut tidak lepas dari sinergi antara BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kota Cimahi, dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menjelang akhir masa jabatannya, Cecep juga menyoroti sejumlah capaian strategis lainnya, mulai dari tingkat kepatuhan sumber daya manusia terbaik se-Jawa Barat hingga keberhasilan mempertahankan cakupan Universal Health Coverage (UHC) bagi sekitar 2,4 juta hingga 2,6 juta penduduk.

Selain berkiprah di bidang kesehatan, Cecep juga menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dan meluncurkan album seni Cianjuran. Menurutnya, seni memiliki peran penting dalam membangun sensitivitas seorang pemimpin.

“Seorang pemimpin harus memiliki sensitivitas. Salah satu cara melatihnya adalah melalui seni, karena di dalamnya terdapat filosofi yang membantu seseorang mengambil keputusan dengan lebih bijak,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga memberikan penghargaan kepada fasilitas kesehatan dengan kinerja terbaik dalam pemanfaatan layanan digital, khususnya fitur Antrean Online Mobile JKN.

Untuk kategori rumah sakit umum, penghargaan diberikan kepada RS TNI Dustira (Tipe B), RSU Kasih Bunda (Tipe C), dan RSU Baros (Tipe D). Sementara untuk kategori rumah sakit khusus diraih RSIA Buah Hati Lembang, sedangkan Klinik Utama Kiera menjadi fasilitas kesehatan dengan tingkat pemanfaatan antrean digital yang sangat tinggi.

Di tingkat pelayanan primer, Puskesmas Cililin, Klinik Pratama Al Ikhlas 1, serta sejumlah praktik mandiri dokter dan dokter gigi dinilai berhasil mengintegrasikan layanan digital dengan tingginya jumlah kunjungan pasien.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Nur Djulaeha, mengapresiasi peningkatan kualitas layanan kesehatan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia meminta agar sosialisasi penggunaan layanan digital terus diperkuat, terutama bagi masyarakat di wilayah pelosok yang masih mengalami kesulitan mengakses sistem pendaftaran daring.

Menurutnya, sejak Pj Bupati Bandung Barat Ade Zakir sampai Bupati Jeje Ritchie Ismail terjadi tren peningkatan layanan kesehatan. Dimana Pemkab Bandung Barat hadir disaat masyarakat membutuhkan layanan kesehatan.

“Kami melihat ada tren peningkatan kualitas pelayanan yang konsisten dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ke depan, pendampingan penggunaan layanan digital perlu terus diperluas,” kata Nur.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cimahi, Hendra Gunawan, menilai berbagai penghargaan yang diraih menjadi indikator keberhasilan transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Kota Cimahi.

Menurut Hendra, capaian tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor kesehatan Kota Cimahi yang kini berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat. Selain itu, Kota Cimahi juga berhasil meraih penghargaan utama UHC Award tingkat nasional.

“Kami tetap berkomitmen menjamin kepesertaan JKN bagi masyarakat kurang mampu meski di tengah tantangan efisiensi anggaran, sehingga hak masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan tetap terpenuhi,” pungkasnya.*

Pos terkait