SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung berencana memanfaatkan bekas bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang sebagai gedung permanen SMP Negeri 5 Soreang, Kabupaten Bandung.
Bangunan tersebut dinilai masih layak digunakan dan ditargetkan mulai difungsikan sebagai sarana belajar mengajar pada awal 2027 setelah dilakukan penataan dan renovasi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat, Asep Kusumah, mengatakan SMP Negeri 5 Soreang telah beroperasi selama tiga tahun dan pada tahun ini berhasil meluluskan angkatan pertamanya. Namun, hingga kini kegiatan belajar mengajar masih menumpang di SD Cibiru karena belum memiliki gedung sendiri.
Menurut Asep, pihaknya telah melakukan survei terhadap bekas bangunan rumah sakit bersama jajaran Bidang SMP serta pemerintah kecamatan. Hasil peninjauan menunjukkan kondisi konstruksi bangunan masih sangat layak untuk dimanfaatkan sebagai sekolah.
“Secara konstruksi bangunan ini masih sangat layak. Yang diperlukan lebih kepada penataan ruang, pembersihan, dan penyesuaian fungsi karena sebelumnya merupakan ruang layanan rawat inap, sehingga tentu berbeda dengan kebutuhan ruang pembelajaran,” kata Asep dalam pernyataannya dikutip dari akun Instagram @ bandungpemkab, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, beberapa pembenahan yang akan dilakukan di antaranya penataan ruangan, perbaikan jaringan listrik, hingga penyesuaian fasilitas pendukung agar memenuhi standar sarana pendidikan.
Asep menilai lokasi bangunan tersebut sangat strategis karena berada di pusat Kecamatan Soreang. Di sekitarnya terdapat alun-alun, kantor kecamatan, Polsek, hingga Masjid Agung yang menjadikannya kawasan pusat pelayanan masyarakat.
“Keberadaan sekolah di lokasi ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan infrastruktur pendidikan sekaligus menjadi ikon baru di ibu kota Kecamatan Soreang,” ujarnya.
Menariknya, bangunan bekas rumah sakit tersebut memiliki nilai historis. Berdasarkan catatan yang dimiliki pemerintah, lokasi itu sebelumnya merupakan bangunan Sekolah Dasar Soreang sebelum dialihfungsikan menjadi rumah sakit.
“Secara sejarah memang awalnya merupakan bangunan sekolah dasar. Mudah-mudahan sekarang bisa kembali dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan,” katanya.
Asep mengatakan kebutuhan ruang belajar baru di Soreang terus meningkat. Tahun ini terdapat sekitar 2.000 lebih lulusan sekolah dasar yang harus ditampung ke jenjang SMP.
Saat ini Kecamatan Soreang memiliki lima SMP negeri. Namun, SMP Negeri 5 masih menumpang di SD Cibiru dan baru memiliki tiga rombongan belajar sehingga kapasitasnya masih terbatas.
Meski demikian, Disdik KBB tetap akan mengoptimalkan peran sekolah swasta yang selama ini turut berkontribusi menyediakan layanan pendidikan bagi masyarakat.
“Kami akan memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan bisa dipenuhi, baik oleh sekolah negeri maupun sekolah swasta,” ujar Asep.
Untuk merealisasikan pemanfaatan gedung tersebut, Disdik KBB menargetkan anggaran penataan dan renovasi dapat diusulkan dalam Perubahan APBD 2026.
Apabila seluruh proses perencanaan, kajian teknis, dan pekerjaan fisik berjalan sesuai jadwal, bangunan tersebut diharapkan sudah dapat digunakan sebagai lokasi pembelajaran SMP Negeri 5 mulai Januari 2027.
“Kami optimistis. Tentu nanti tetap menunggu hasil kajian konsultan dan penentuan skala prioritas. Namun ini menjadi kabar baik bagi siswa SMP Negeri 5 sekaligus memperkuat wajah Kecamatan Soreang sebagai ibu kota dengan infrastruktur pendidikan yang semakin lengkap,” tutur Asep.*





