Musim Kemarau, Damkar Cimahi Waspadai Lonjakan Kasus Kebakaran

Rumah berlantai dua milik Rusmiati warga Jalan Kebon Kelapa Gang Bah Iding 4 No 39, RT 03/RW 13, Kelurahan Setiamanah, Kota Cimahi habis terbakar.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Sebanyak 20 peristiwa kebakaran terjadi di Kota Cimahi sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dari seluruh kejadian tersebut, rumah tinggal menjadi objek yang paling banyak terbakar dibandingkan gudang maupun lahan kosong.

Memasuki musim kemarau dengan kondisi cuaca yang semakin panas dan kering, potensi kebakaran diperkirakan meningkat. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berisiko memicu munculnya api.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan mayoritas kebakaran dipicu oleh kelalaian masyarakat serta gangguan pada instalasi listrik yang tidak terawat.

Ia menjelaskan, tren kebakaran lahan mulai menunjukkan peningkatan seiring musim kemarau. Kondisi tersebut umumnya dipicu pembakaran sampah atau limbah yang ditinggalkan tanpa pengawasan sehingga bara api kembali menyala dan dengan mudah merambat akibat embusan angin.

“Kebiasaan membakar sampah lalu meninggalkan lokasi masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran. Dalam kondisi cuaca yang panas dan kering, bara api yang tampak padam berpotensi kembali menyala sehingga memicu kebakaran di lahan maupun bangunan di sekitarnya,” kata Aep, Kamis (9/7/2026).

Ia menyebutkan, selama enam bulan pertama 2026, petugas telah menangani 20 kasus kebakaran dengan rumah tinggal menjadi objek yang paling banyak terdampak.

Untuk mengantisipasi meningkatnya kejadian selama musim kemarau, Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi menyiagakan seluruh personel beserta armada pemadam selama 24 jam penuh.

“Selain mengoptimalkan kesiapsiagaan di markas utama, pos siaga di wilayah Cimahi Tengah dan Cimahi Utara juga dioperasikan agar waktu tempuh menuju lokasi kebakaran dapat dipersingkat,” ujarnya.

Aep menambahkan, masyarakat diminta menghindari pembakaran terbuka, terutama saat cuaca panas disertai angin kencang. Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan lebih cepat sehingga risiko meluasnya kebakaran dan besarnya kerugian dapat ditekan.*

Pos terkait