SATUMEDIA.ID – Aktivitas membakar sampah diduga menjadi penyebab kebakaran lahan kosong di Jalan Ibu Ganirah, RT 04 RW 02, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Minggu (19/7/2026) sore. Kobaran api yang membesar akibat rumput kering dan tiupan angin kencang nyaris merembet ke rumah kos, pertokoan, hingga kios di sekitar lokasi.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan kebakaran bermula sekitar pukul 16.00 WIB saat sampah dibakar di lahan kosong. Dalam kondisi musim kemarau, api dengan cepat menjalar ke vegetasi kering hingga membakar sekitar 450 meter persegi lahan.
“Lahan yang terbakar memiliki luas sekitar 1.500 meter persegi. Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian membesar karena rumput kering dan angin cukup kencang,” kata Aep, Senin (20/7/2026).
Sebelum petugas datang, warga bersama Ketua RT setempat, Iman Bahtiar, berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, kobaran api terus meluas dan menyebabkan Iman mengalami luka ringan saat berusaha mengendalikan api.
Laporan kebakaran diterima Mako Damkar Kota Cimahi pada pukul 16.35 WIB. Delapan personel diterjunkan menggunakan dua unit mobil pancar dan satu kendaraan rescue. Petugas tiba di lokasi delapan menit kemudian dan langsung melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke kawasan padat penduduk.
Menurut Aep, respons cepat petugas berhasil mencegah kebakaran meluas ke sejumlah bangunan yang berada di sekitar lokasi. Sedikitnya satu rumah kos, satu gerai Alfamart, satu warung kelontong, serta 10 kios berhasil diselamatkan, dengan total nilai aset yang diperkirakan mencapai Rp 2,1 miliar.
Selain memadamkan api, petugas juga mengevakuasi 20 warga dari sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Aep kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, terutama pada musim kemarau. Menurut dia, kebiasaan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun harta benda.
“Kami mengimbau masyarakat tidak lagi membakar sampah sembarangan. Pada musim kemarau seperti sekarang, api sangat mudah membesar dan menyebar. Jika melihat tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar bisa segera ditangani,” ujarnya.*





