Kebakaran Beruntun di Cimahi, Home Industri Hangus dan Rumah Kosong Terbakar

Kebakaran rumah di Jalan Ganda Wijaya, Gang Bapak Supni, RT 02/RW 02, Kelurahan Setiamanah, Kota Cimahi, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Kebakaran terjadi dua kali di wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Selain menghanguskan bangunan home industri dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 900 juta, api juga membakar sebagian rumah kosong di kawasan Karangmekar.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan, kedua peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (24/10/2026) petang dan Minggu (25/10/2026) pagi.

Kebakaran pertama melanda home industri di Jalan Sejahtera, kawasan Cibeureum, pada Sabtu sekitar pukul 18.00 WIB. Bangunan seluas 140 meter persegi itu terbakar setelah api diketahui membesar dan upaya pemadaman oleh warga tidak membuahkan hasil.

“Warga lebih dulu mencoba menangani api yang muncul di bangunan tersebut. Namun, kobaran belum bisa dikendalikan sehingga petugas pemadam kebakaran segera diterjunkan ke lokasi,” kata Aep dalam keterangan resminya, Senin (26/10/2026).

Damkar Kota Cimahi tiba sekitar lima menit setelah laporan diterima. Petugas mengerahkan tiga unit mobil pancar dan satu kendaraan penyelamatan untuk menangani kebakaran tersebut.

Besarnya kerusakan menyebabkan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 900 juta. Nilai tersebut meliputi kerusakan fisik bangunan sebesar Rp 500 juta dan barang-barang di dalamnya senilai Rp 400 juta.

“Kerugian terbesar berasal dari kerusakan bangunan dan seluruh isinya. Jika ditotal, nilai kerusakan akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 900 juta,” ujar Aep.

Dalam kejadian itu, satu orang mengalami luka ringan. Sementara itu, sebanyak 40 orang berhasil diselamatkan.

Aep menyampaikan, dugaan awal kebakaran berkaitan dengan kelalaian. Meski begitu, petugas masih mendalami penyebab pasti munculnya api.

Belum genap 24 jam setelah kejadian pertama, kebakaran kembali dilaporkan di wilayah Cimahi. Kali ini, api membakar sebagian rumah kosong di kawasan Karangmekar pada Minggu pagi.

Laporan masuk ke petugas sekitar pukul 08.38 WIB setelah warga melihat api melalap bagian bangunan. Petugas kemudian tiba di lokasi sembilan menit setelah laporan diterima.

“Api membakar sebagian rumah dengan luas terdampak sekitar 21 meter persegi. Adapun luas keseluruhan bangunan mencapai 30 meter persegi,” kata Aep.

Berbeda dengan kebakaran di Cibeureum, peristiwa di Karangmekar tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Petugas menduga sumber api berasal dari benda yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan, termasuk obat nyamuk bakar atau puntung rokok. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, terdapat informasi bahwa rumah kosong tersebut sempat didatangi sekelompok pemuda pada malam sebelum kebakaran terjadi.

“Kami menerima informasi mengenai aktivitas sejumlah pemuda di rumah itu pada malam sebelumnya. Namun, informasi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya kaitan dengan kebakaran,” tutur Aep.

Rentetan kebakaran tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi sumber api di lingkungan tempat tinggal maupun tempat usaha.

Aep mengimbau pemilik usaha, khususnya yang menyimpan bahan mudah terbakar, agar memastikan bangunan dilengkapi peralatan pemadam dan memiliki prosedur keselamatan yang memadai.

“Pemilik bangunan perlu memastikan APAR tersedia dan dapat digunakan, instalasi listrik dalam kondisi aman, serta orang-orang di dalamnya mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika kebakaran terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kewaspadaan terhadap sumber api kecil, termasuk puntung rokok dan obat nyamuk bakar, juga perlu ditingkatkan karena benda-benda tersebut berpotensi memicu kebakaran apabila ditinggalkan tanpa pengawasan.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran di Cibeureum dan Karangmekar masih menunggu hasil penyelidikan petugas.*

 

 

Pos terkait