Percikan Kecil Berujung Petaka, Rumah di Cimahi Terbakar dan Tiga Orang Terluka

Sebuah rumah di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Bungur 9, RT 03/RW 15, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, terbakar pada Jumat (5/6/2026) dini hari.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Sebuah rumah di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Bungur 9, RT 03/RW 15, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, terbakar pada Jumat (5/6/2026) dini hari.

Kebakaran yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu diduga dipicu percikan api saat pemilik rumah melakukan pengetesan alat penyala api (torch) yang terhubung dengan tabung gas portabel di dalam kamar. Api kemudian dengan cepat membesar dan menghanguskan lebih dari separuh bangunan rumah.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka dan kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 01.06 WIB setelah api pertama kali terlihat sekitar pukul 00.45 WIB.

Petugas kemudian bergerak cepat menuju lokasi dengan mengerahkan tiga unit mobil pancar, satu unit kendaraan penolong, serta 12 personel pemadam kebakaran.

“Hanya dalam waktu 11 menit setelah laporan diterima, petugas sudah tiba di lokasi untuk melakukan penanganan darurat,” ujar Aep.

Rumah yang terbakar diketahui milik Aldri dengan luas bangunan sekitar 140 meter persegi. Dari total luas tersebut, sekitar 82 meter persegi hangus dilalap api.

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, kebakaran bermula saat pemilik rumah melakukan uji coba alat torch di dalam kamar.

“Percikan api dari alat tersebut menyambar kasur busa yang mudah terbakar. Api kemudian membesar dengan cepat dan sulit dikendalikan,” kata Aep.

Proses pemadaman sempat menghadapi sejumlah kendala. Sebelum petugas tiba, warga berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kobaran api terlanjur membesar.

Selain itu, lokasi rumah yang berada di dalam gang sempit sepanjang sekitar 360 meter membuat mobilitas petugas dan peralatan pemadam menjadi terbatas.

“Kondisi gang yang sempit dan padat bangunan cukup menyulitkan proses penanganan,” ujarnya.

Kendala lain muncul ketika selang pemadam mengalami kebocoran saat proses penyemprotan air berlangsung. Akibatnya, tekanan air sempat menurun dan menghambat upaya pemadaman.

Meski demikian, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api dan memastikan kebakaran padam sepenuhnya pada pukul 02.20 WIB.

“Berkat kerja sama personel dan bantuan warga sekitar, api berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet lebih luas,” kata Aep.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka-luka, yakni Aldri (45) dan Sherly (32) yang mengalami luka ringan, serta Rivaldo (22) yang mengalami luka sedang.

Sementara itu, sebanyak 12 warga lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat dari area terdampak kebakaran.

Aep mengatakan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 200 juta, terdiri dari kerusakan bangunan sekitar Rp 150 juta dan kerusakan isi rumah senilai Rp 50 juta.

Meski demikian, respons cepat petugas berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain. Sedikitnya empat rumah di sekitar lokasi dengan nilai aset sekitar Rp 400 juta beserta isi bangunan senilai Rp 150 juta berhasil diselamatkan.

Aep mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan alat yang berpotensi menimbulkan percikan api maupun tabung gas portabel.

Menurut dia, proses pengecekan atau pengetesan alat sebaiknya dilakukan di area terbuka dan jauh dari benda-benda yang mudah terbakar.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran. Kelalaian kecil bisa berujung pada kerugian besar dan membahayakan keselamatan jiwa,” tutur Aep.*

Pos terkait