SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memutuskan merelokasi SDN Pambudi Dharma yang berada di Jalan Kolonel Masturi KM 03, Cipageran, Kecamatan Cimahi Tengah. Keputusan tersebut diambil karena lokasi sekolah berdampingan dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan bagi kegiatan belajar mengajar.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Cimahi telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3,4 miliar pada tahun 2026 untuk menyusun Detail Engineering Design (DED) sekaligus mempersiapkan pembangunan sekolah di lokasi baru.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Nana Suyatna mengatakan, relokasi dilakukan untuk memastikan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik maupun tenaga pendidik tetap terjaga.
“Relokasi sekolah ini menjadi langkah preventif yang kami tempuh untuk memastikan seluruh siswa dan tenaga pendidik dapat menjalani proses belajar mengajar di lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari potensi dampak aktivitas pengolahan sampah,” kata Nana, Kamis (4/6/2026).
Menurut Nana, saat ini proses relokasi masih berada pada tahap perencanaan teknis melalui penyusunan DED yang ditargetkan rampung pada Juli 2026. Dokumen tersebut akan menjadi acuan utama dalam menentukan kebutuhan konstruksi bangunan, kondisi tanah, hingga proses pematangan lahan di lokasi baru.
Adapun lahan yang diproyeksikan menjadi lokasi pengganti berada di kawasan sekitar Puskesmas Pembantu Cipageran atau area dekat Ecowisata yang merupakan aset milik pemerintah daerah.
“Kami telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 3,4 miliar pada tahun ini sebagai tahap awal relokasi sekolah. Namun, besaran kebutuhan yang akan direalisasikan nantinya tetap mengacu pada hasil akhir Detail Engineering Design (DED) yang saat ini masih dalam proses penyusunan,” ujar Nana.
Ia menjelaskan, hasil kajian teknis nantinya akan menunjukkan secara rinci kebutuhan pembangunan, termasuk kemungkinan pemadatan tanah, desain bangunan, hingga estimasi anggaran keseluruhan proyek.
Ia menambahkan, dokumen selesai pada Juli. Setelah itu baru bisa diketahui kebutuhan anggaran riil dan tahapan pembangunan berikutnya.
Menanggapi anggapan bahwa keberadaan TPST Sentiong yang dibangun melalui dukungan pendanaan Bank Dunia senilai hampir Rp 35 miliar telah merugikan sektor pendidikan, Nana menilai persoalan tersebut harus dilihat secara menyeluruh.
Menurut dia, pembangunan TPST merupakan bagian dari program strategis kota dalam menangani persoalan persampahan, sementara pemerintah juga berkewajiban memastikan hak anak mendapatkan lingkungan belajar yang sehat.
Nana menegaskan, keberadaan TPST Sentiong tidak dapat dipandang sebagai bentuk kerugian bagi dunia pendidikan. Menurut dia, pembangunan fasilitas pengolahan sampah maupun penyediaan sarana pendidikan merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah yang sama-sama penting bagi kepentingan masyarakat.
Karena itu, pemerintah memilih langkah adaptif dengan merelokasi sekolah ke lokasi yang dinilai lebih aman dan representatif tanpa mengorbankan hak siswa untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
“Kami harus memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung secara optimal di tengah perkembangan pembangunan kota. Relokasi menjadi solusi yang paling tepat, terlebih pemerintah memiliki aset lahan yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik bagi para siswa,” ujar Nana.
Sebagai persiapan menuju proses relokasi, Dinas Pendidikan Kota Cimahi telah melakukan sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan sekolah, mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, hingga orang tua murid. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai alasan pemindahan sekolah sekaligus memastikan proses transisi berjalan lancar.
Di sisi lain, kajian kelayakan terhadap lokasi baru telah rampung dilaksanakan dan hasilnya menunjukkan lahan yang dipilih memenuhi persyaratan untuk pembangunan sekolah.
Nana berharap penyusunan Detail Engineering Design (DED) dapat segera diselesaikan sehingga tahapan pembangunan fisik bisa dimulai sesuai target yang telah ditetapkan.
“Harapan kami, SDN Pambudi Dharma nantinya memiliki fasilitas pendidikan yang lebih representatif, lingkungan belajar yang sehat dan nyaman, serta mampu mendukung tumbuh kembang dan prestasi peserta didik secara optimal,” katanya.*





