SDN Baros Mandiri 7 Diusulkan Merger, Lima Ruang Kelas Kosong Jadi Sorotan Disdik Cimahi

Gelombang penolakan terhadap rencana penutupan dan pemindahan SDN Baros Mandiri 7 (BM 7) Kota Cimahi terus menguat.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi mengusulkan penggabungan atau merger SDN Baros Mandiri 7 setelah hasil evaluasi menunjukkan sekolah tersebut memiliki kelebihan ruang kelas yang tidak terpakai.

Sekolah itu saat ini memiliki 11 ruang kelas, namun hanya enam ruang yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar 225 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan kapasitas bangunan yang tersedia.

Kepala Disdik Kota Cimahi, Nana Suyatna, mengatakan situasi itu menjadi salah satu dasar utama pemerintah mengkaji penggabungan sekolah sekaligus pemindahan siswa ke SD lain di wilayah Baros.

“Dari sisi kapasitas, SDN Baros Mandiri 7 memang paling memungkinkan untuk dilakukan merger karena ruang kelas yang terpakai jauh lebih sedikit dibanding yang tersedia,” kata Nana, Senin (18/5/2026).

Jumlah siswa diperkirakan akan semakin berkurang setelah 46 siswa kelas VI lulus tahun ini. Dengan demikian, total siswa aktif hanya tersisa sekitar 179 orang.

Di sisi lain, sejumlah sekolah dasar lain di Kelurahan Baros justru masih memiliki ruang kelas berlebih dan dinilai mampu menampung perpindahan siswa.

“Karena itu kami menilai distribusi siswa perlu ditata ulang agar pemanfaatan fasilitas pendidikan lebih optimal,” ujarnya.

Rencananya, secara kelembagaan SDN Baros Mandiri 7 akan digabung dengan SDN Baros Mandiri 3. Namun, siswa tetap diberi kebebasan memilih sekolah tujuan lain seperti SDN Baros Mandiri 4, 5, atau 6 sesuai domisili dan pilihan orang tua.

Menurut Nana, kebijakan ini juga berkaitan dengan penerapan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 26 Tahun 2025 yang mewajibkan sekolah menerapkan sistem pembelajaran satu sesi dan mendorong pemerataan kapasitas sekolah.

Selain itu, gedung SDN Baros Mandiri 7 diproyeksikan menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan ruang kelas di SMPN 6 Cimahi yang saat ini masih menerapkan sistem belajar dua sesi akibat keterbatasan ruang belajar.

Meski demikian, Disdik Cimahi memastikan keputusan final belum ditetapkan dan masih membuka ruang diskusi dengan masyarakat serta orang tua siswa.*

Pos terkait