SATUMEDIA.ID – Sebuah gudang rongsok di Kampung Panyairan, RT 03 RW 02, Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terbakar pada Rabu (29/7/2026) siang. Api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) KBB, Siti Aminah Anshoriah, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 14.06 WIB dari warga bernama Yeti Sumiati. Tim dari Pos Damkar Parongpong langsung diberangkatkan menuju lokasi.
“Personel tiba sekitar enam menit setelah laporan kami terima. Karena jaraknya relatif dekat, penanganan bisa segera dilakukan sehingga api tidak sempat meluas ke rumah-rumah warga,” kata Siti, Rabu.
Menurut dia, petugas langsung memusatkan upaya pemadaman begitu tiba di lokasi. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, proses dilanjutkan dengan pendinginan dan pendataan hingga operasi berakhir sekitar pukul 15.30 WIB.
Gudang yang terbakar diketahui merupakan tempat penyimpanan barang rongsok milik Yeti Sumiati dengan luas area terdampak sekitar 40 meter persegi.
Siti menjelaskan, posisi bangunan cukup rawan karena di sisi kiri dan belakang berdiri rumah-rumah warga. Sementara di sisi kanan terdapat kebun bunga dan bagian depannya berbatasan langsung dengan jalan desa.
“Fokus utama kami adalah mengisolasi titik api agar tidak merambat ke bangunan lain. Berkat penanganan cepat, kobaran berhasil dilokalisasi di area gudang,” ujarnya.
Ia memastikan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
“Untuk penyebab kebakaran dan nilai kerugian material, sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian,” ucap Siti.
Dalam operasi pemadaman, Damkar KBB mengerahkan tiga armada, yakni satu unit fire truck berkapasitas 1.000 liter, satu unit mobil water supply, serta satu unit fire truck dari Pos Sektor Lembang. Proses pemadaman dilakukan oleh Regu 1 Pos Sektor Parongpong dengan dukungan Regu 1 Pos Sektor Lembang, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat Desa Cigugur Girang, dan warga setempat.
Siti mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
“Jangan menunda melapor apabila melihat kebakaran. Semakin cepat informasi diterima petugas, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih luas,” tuturnya.*





