SATUMEDIA.ID – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menyebabkan jembatan penyeberangan sementara di lokasi pembangunan Jembatan Sukabirus mengalami kemiringan, Sabtu (15/8/2026) malam.
Kondisi tersebut terjadi setelah derasnya aliran air membawa batang pohon berukuran besar dan tumpukan sampah hingga menghantam struktur jembatan sementara.
Kemiringan jembatan membuat akses tersebut dinilai berisiko bagi warga yang hendak melintas. Tim Pentahelix Dayeuhkolot bersama relawan PRIMA kemudian menutup sementara jembatan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Warga yang hendak menyeberang diarahkan menggunakan jalur alternatif yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto mengatakan, petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai kondisi jembatan.
“Air yang datang cukup deras membawa batang kayu besar dan sampah hingga menghantam jembatan sementara. Akibatnya, struktur jembatan menjadi miring dan tidak aman untuk dilalui,” kata Tri, Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, keputusan menutup akses jembatan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar warga tidak menghadapi risiko saat melintas.
“Kami memilih menutup sementara akses tersebut dan mengarahkan warga ke jalur alternatif sampai kondisinya benar-benar aman,” ujarnya.
Setelah kejadian, proses pembersihan material yang menyangkut pada jembatan langsung dilakukan. Pihak pelaksana pembangunan Jembatan Sukabirus turut turun tangan menangani kerusakan tersebut bersama anggota Pentahelix dan relawan PRIMA.
Tri mengapresiasi respons berbagai pihak yang segera bergotong royong menangani kondisi jembatan. Menurut dia, kerja sama tersebut diperlukan agar akses warga dapat kembali digunakan dalam waktu secepatnya.
Pentahelix Dayeuhkolot, kata Tri, juga akan terus memantau kondisi saluran air dan infrastruktur yang berada di sepanjang aliran sungai.
Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi dampak serupa, terutama ketika hujan deras menyebabkan debit air meningkat secara tiba-tiba.
“Kami berharap proses perbaikan dapat segera selesai sehingga aktivitas warga bisa kembali berjalan normal,” kata Tri.
Sementara itu, warga yang melintas diminta mematuhi arahan petugas selama proses perbaikan berlangsung. Masyarakat juga diimbau tidak membuang sampah ke aliran sungai atau saluran air.
Sampah yang menumpuk di aliran air dinilai dapat terbawa arus saat hujan deras dan berpotensi menyumbat saluran maupun menghantam fasilitas umum di sekitar sungai.*





