SATUMEDIA.ID – Sejumlah ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat, akan menerapkan rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan ajang lari nasional Pocari Run pada 19-20 September 2026.
Rekayasa lalu lintas dilakukan dengan sistem buka-tutup untuk mengakomodasi lintasan peserta sekaligus menjaga mobilitas masyarakat.
Pada Sabtu (19/9/2026), pengaturan lalu lintas dimulai sekitar pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB. Sementara pada Minggu (20/9/2026), rekayasa berlangsung lebih pagi, yakni sekitar pukul 04.00 WIB hingga 08.00 WIB.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung tidak akan menutup total ruas jalan yang menjadi lintasan peserta.
“Jalur tidak akan disterilkan sepenuhnya. Kami menerapkan sistem buka-tutup sehingga masyarakat tetap memiliki akses untuk melintas,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Kamis (17/9/2026).
Farhan meminta masyarakat yang akan beraktivitas pada dua hari pelaksanaan Pocari Run memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas, terutama pada waktu yang telah ditentukan.
Sejumlah ruas jalan yang terdampak pengaturan antara lain Jalan Merdeka, Vanda, Wastukancana, Pajajaran, Cicendo, RE Martadinata, Dago, Diponegoro, Supratman, Cihampelas, Cicaheum, Kiaracondong, Gatot Subroto, Asia Afrika, Sudirman, Gardujati, hingga kawasan Balai Kota Bandung.
Pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, kepolisian, TNI, panitia penyelenggara, serta unsur kewilayahan mulai dari camat hingga lurah di wilayah yang dilalui rute.
Farhan juga mengingatkan para marshal dan petugas di lapangan agar mengedepankan pendekatan yang persuasif kepada pengguna jalan yang terdampak rekayasa.
Menurut dia, penyelenggaraan Pocari Run melibatkan sekitar 15.000 peserta. Sekitar 70 persen di antaranya berasal dari luar Kota Bandung.
“Karena jumlah pesertanya besar dan sebagian besar datang dari luar Bandung, pengaturan lalu lintas harus dilakukan dengan baik. Jangan sampai event berjalan, tetapi aktivitas masyarakat justru terganggu,” katanya.
Enam lokasi parkir disiapkan
Untuk mendukung mobilitas peserta, panitia dan Pemkot Bandung juga menyiapkan enam kantong parkir.
Lokasi tersebut meliputi Parkir BIP, Kantor Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat di Jalan Wastukancana, Parkiran Masjid Al Ukhuwah, Dinas Kelautan di Jalan Wastukencana, BJB Syariah di Jalan Wastukencana, serta Parkiran Dinas Sumber Daya Manusia di Jalan Nias.
Farhan mengatakan, pengaturan lalu lintas menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Pocari Run karena kegiatan tersebut menggunakan sejumlah ruas jalan utama Kota Bandung.
“Kami harus menjaga keseimbangan. Event tetap bisa berjalan, tetapi kepentingan masyarakat sebagai pengguna jalan juga harus diperhatikan,” tuturnya.
Pocari Run sendiri akan berlangsung selama dua hari dan menjadi salah satu event lari nasional yang mendapat pengawalan Pemkot Bandung.
Selain aspek lalu lintas, Pemkot Bandung juga menyiapkan pengawasan terhadap titik cheering point serta pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung.*





