Prodi Kedokteran Jadi Favorit, Unjani Terima 6.120 Mahasiswa Baru

Rektor Unjani Prof. Dr. Agus Subagyo   mengukuhkan dan menyambut mahasiswa baru Unjani Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (17/9/2026). (Dok.Unjani).**

SATUMEDIA.ID – Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Kota Cimahi menerima sebanyak 6.120 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. Program studi (prodi) di bidang kesehatan, khususnya Kedokteran, masih menjadi pilihan favorit calon mahasiswa.

Selain Kedokteran, prodi Kedokteran Gigi, Farmasi atau Apoteker, serta Ilmu Kesehatan juga mencatat tingginya minat dari calon mahasiswa baru.

Rektor Unjani Prof. Dr. Agus Subagyo mengatakan, tingginya minat terhadap prodi rumpun kesehatan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan Unjani.

“Program studi kesehatan masih menjadi magnet utama bagi calon mahasiswa. Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi dan Apoteker, serta Ilmu Kesehatan termasuk yang paling banyak diminati,” ujar Agus seusai mengukuhkan dan menyambut mahasiswa baru Unjani Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, tingginya peminat prodi kesehatan tidak terlepas dari kualitas proses pendidikan dan rekam jejak lulusan Unjani.

Di tengah persaingan antarperguruan tinggi yang semakin ketat, termasuk dengan bertambahnya kuota penerimaan di perguruan tinggi negeri (PTN), Unjani tetap mampu menarik ribuan mahasiswa baru.

Agus menyebut penerimaan 6.120 mahasiswa baru menjadi capaian penting bagi Unjani.

“Persaingan perguruan tinggi sekarang sangat ketat, apalagi pilihan bagi calon mahasiswa semakin banyak. Namun, Unjani masih dipercaya dengan jumlah mahasiswa baru mencapai 6.120 orang,” katanya.

Selain rumpun kesehatan, prodi dari bidang teknik dan ekonomi juga menjadi pilihan calon mahasiswa yang mendaftar ke Unjani.

Agus mengatakan, Unjani berupaya mempertahankan daya tarik tersebut dengan memperkuat kualitas pendidikan dan karakter lulusan.

Menurutnya, terdapat sejumlah aspek yang menjadi fokus Unjani dalam meningkatkan daya saing, mulai dari kualitas sumber daya manusia, kurikulum hingga akreditasi.

Peningkatan kompetensi dilakukan terhadap dosen, tenaga kependidikan, maupun guru besar. Sementara kurikulum terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan industri dan dunia usaha.

“Target kami bukan hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori. Kurikulum juga harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sehingga kompetensi mahasiswa tetap relevan ketika mereka lulus,” ujar Agus.

Unjani juga terus melakukan pembaruan akreditasi sebagai bagian dari upaya memastikan mutu pendidikan dapat terukur dan dipertanggungjawabkan.

Selain aspek akademik, Unjani memiliki karakter khusus melalui konsep Smart Military University.

Konsep tersebut menjadi ciri khas Unjani dengan penanaman nilai disiplin, loyalitas dan kesantunan kepada mahasiswa.

“Karakter mahasiswa juga menjadi perhatian. Mereka tidak hanya kami persiapkan dari sisi kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga dibentuk agar memiliki disiplin, loyalitas dan sikap yang baik,” katanya.

Terima Mahasiswa KIP Kuliah

Pada Tahun Akademik 2026/2027, Unjani untuk pertama kalinya menerima mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Sebanyak delapan mahasiswa menerima bantuan tersebut. Mereka terdiri dari satu mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi dan tujuh mahasiswa Teknologi Manufaktur.

Agus mengatakan, penerimaan penerima KIP Kuliah tetap melalui proses seleksi untuk menjaga standar calon mahasiswa yang diterima Unjani.

Sementara itu, sebanyak 6.120 mahasiswa baru mengikuti sidang senat terbuka sekaligus pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Rangkaian PKKMB dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat universitas, fakultas hingga program studi.

Kegiatan tersebut menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus tata kehidupan kemahasiswaan di Unjani.

“Mahasiswa baru perlu memahami lingkungan akademiknya sejak awal, termasuk bagaimana menjalani kehidupan kemahasiswaan selama mereka menempuh pendidikan di Unjani,” kata Agus.*

 

Pos terkait