Ungkap Kasus Penusukan Mahasiswi Unjani, Polisi Periksa CCTV

Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra.(Dicky Mawardi).**

SATUMEDIA.ID – Polisi sudah memintai keterangan dari saksi dan korban, serta memeriksa CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap kasus penusukan terhadap Regita Fajarani (21), mahasiswi Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani).

“Polres Cimahi sedang melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus penusukan terhadap seorang mahasiswi
Unjani. Kami masih melakukan pencarian dengan persesuaian keterangan dari korban maupun dari saksi, serta memeriksa CCTV di lokasi kejadian,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, Sabtu (14/6/2025).

Diketahui, Regita yang kini duduk di semester 4 Unjani Kota Cimahi diserang oleh seseorang yang tidak dikenal di rumahnya pada Jumat (13/6/2025) sekitar pukul 01.30 WIB.

Akibat kejadian itu, mahasiswi semester 4 harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Imanuel, Kota Bandung. Dia mengalami dua tusukan di bagian leher dan dekat ketiaknya.

Korban tinggal di Kampung Cilember, RT 01/RW 06, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Akibatnya, mahasiswi semester 4 Unjani Cimahi itu mesti dirawat intensif.

Kapolres mengakui, pengumpulan keterangan dari korban masih belum maksimal karena kondisinya masih dalam perawatan. Sehingga pemeriksaan masih terbatas.

“Kami belum bisa memastikan motif penyerangan oleh terduga pelaku yang sempat dilihat ciri-cirinya oleh korban. Masih didalami apakah yang bersangkutan melakukan pencurian tapi karena ketahuan lalu melakukan penusukan ataupun kaitannya dendam terhadap korban, semuanya masih kami dalami,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Samiri (45) paman korban menceritakan, kejadian penusukan berawal saat korban memergoki terduga pelaku masuk ke rumahnya. Entah karena panik aksinya diketahui, terduga pelaku lalu menusuk korban .

“Nah enggak tahu perampokan atau bukan, pokoknya korban itu memergoki terduga pelakunya. Setelah itu langsung ditusuk, kalau mau merampok atau enggak saya kurang tahu juga. Kalau barang-barang enggak ada yang hilang,” kata Samiri.*

 

Pos terkait