SATUMEDIA.ID – Sebanyak 20 peserta dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengikuti Gema Tunas V Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.
Kontingen KBB terdiri dari 10 peserta laki-laki dan 10 peserta perempuan. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan bersama peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Nonformal (PAUDNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Makhatir Muhammad mengatakan, keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi peserta didik pendidikan nonformal untuk mengembangkan potensi dan keterampilan mereka.
Gema Tunas V SKB dan PKBM Jawa Barat 2026 digelar di Sarongge Valley Camping Ground, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru”.
“Keikutsertaan 20 peserta dari Kabupaten Bandung Barat ini merupakan bagian dari upaya kami memberikan ruang kepada peserta didik pendidikan nonformal untuk mengembangkan potensi, bakat, dan keterampilan yang mereka miliki,” ujar Makhatir.
Menurut dia, Gema Tunas V tidak hanya menjadi ajang untuk berkompetisi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar, membangun kepercayaan diri, serta memperluas pengalaman bersama peserta dari daerah lain.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peserta didik untuk semakin kreatif, mandiri, disiplin, dan percaya diri. Selain itu, mereka juga bisa membangun silaturahmi dengan peserta SKB dan PKBM dari kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat,” katanya.
Gema Tunas V tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpeserta didik SKB dan PKBM se-Jawa Barat.
Kegiatan ini dirancang untuk mendorong kreativitas, kemandirian, keterampilan, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta karakter peserta didik pendidikan nonformal.
Selain itu, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minat melalui berbagai kegiatan yang bersifat edukatif, rekreatif, dan kompetitif.
Panitia juga menempatkan nilai kebersamaan, gotong royong, sportivitas, tanggung jawab, serta kepemimpinan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan.
Peserta Gema Tunas V berasal dari SKB dan PKBM yang mewakili kabupaten dan kota di Jawa Barat. Pelaksanaan kegiatan melibatkan peserta didik, pendamping, pembina, pelatih, juri, panitia, unsur pemerintah, serta sejumlah pihak pendukung lainnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, antara lain Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Bupati Cianjur, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cianjur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan lembaga pendidikan nonformal.
Panitia berharap Gema Tunas V tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarsatuan pendidikan nonformal sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan potensi peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara SKB, PKBM, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan nonformal di Jawa Barat,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan.*





