2 Warga Garut Tewas di Kontrakan Lembang, Polisi Selidiki Kompor yang Masih Menyala

Tiga orang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah rumah kontrakan di Kampung Cijeruk, RT 06 RW 08, Desa/Kecamatan Lembang, KBB, Jawa Barat, Senin (28/9/2026) pagi. (Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Tiga orang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah rumah kontrakan di Kampung Cijeruk, RT 06 RW 08, Desa/Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (28/9/2026) pagi.

Dari tiga orang tersebut, dua di antaranya meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya masih hidup dan kini menjalani perawatan dalam kondisi kritis.

Ketiga korban diketahui merupakan warga asal Kabupaten Garut yang sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan kupat tahu secara keliling.

Kapolsek Lembang AKP Bambang Haryono mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dua korban meninggal dunia.

Menurut dia, petugas belum menemukan obat-obatan keras di dalam kontrakan saat melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

“Penyebab kematian kedua korban belum dapat kami pastikan. Kami masih mengumpulkan informasi dan menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit,” ujar Bambang saat ditemui di lokasi.

Ketiga korban masing-masing bernama Ijang Nadi Gunaefi, Dede Rizki, dan Eji Fauzi.

Peristiwa itu terungkap setelah seorang perempuan datang ke rumah kontrakan untuk mengantarkan makanan kepada Ijang, yang merupakan pacarnya.

Namun, ketika tiba di lokasi, perempuan tersebut mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci. Ia kemudian meminta bantuan pemilik kontrakan untuk membuka pintu.

Setelah pintu berhasil dibuka, ketiganya ditemukan tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri. Dari mulut para korban juga terlihat mengeluarkan busa.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian memberikan pertolongan. Dede Rizki sempat dibawa ke RSUD Lembang untuk mendapatkan penanganan medis.

Selanjutnya, ketiga korban dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Bambang mengatakan, saat petugas tiba, kompor di dalam rumah masih dalam keadaan menyala.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang turut diperiksa polisi, mengingat para korban diketahui hendak mempersiapkan dagangan kupat tahu.

“Kami juga menemukan kompor masih menyala. Apakah kondisi tersebut berkaitan dengan paparan gas atau ada faktor lain, masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut,” kata Bambang.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian dua korban serta mengetahui kondisi korban yang masih kritis.

Di dalam kontrakan, petugas juga menemukan empat butir obat parasetamol dan sisa makanan.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan bahwa obat maupun makanan tersebut berkaitan dengan kondisi yang dialami ketiga korban.

Berdasarkan keterangan warga, ketiga korban disebut masih memiliki hubungan keluarga.

Mereka diketahui telah menempati rumah kontrakan tersebut selama kurang lebih delapan bulan. Sehari-hari, mereka mencari penghasilan dengan berjualan kupat tahu secara berkeliling.

Warga sekitar mengaku tidak pernah melihat adanya perilaku mencurigakan dari ketiganya selama tinggal di lingkungan tersebut.

Penyebab pasti dua korban meninggal dunia dan kondisi korban yang masih menjalani perawatan kini masih menunggu hasil pemeriksaan pihak rumah sakit.*

 

Pos terkait