Lima Siswa SDN Girimukti Bandung Barat Tempuh Perjalanan ke Sukabumi demi Rekam Lagu Sekolah

Teja (12), Aji (10), dan Rizki (11), siswa kelas 5  SDN Girimukti, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari proses pembuatan lagu sekolah mereka.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Lima siswa SDN Girimukti, Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendapat pengalaman tak biasa. Mereka masuk dapur rekaman di sebuah studio di Sukabumi untuk merekam lagu yang kini menjadi identitas sekolahnya.

Di balik mikrofon studio, suara anak-anak itu membawakan Himne SDN Girimukti. Lagu berdurasi sekitar tiga menit tersebut lahir dari visi sekolah yang dirangkum dalam akronim HEBAT, yakni Harmonis, Edukatif, Berkarakter, Aktif, dan Tangguh.

Rekaman itu menjadi bagian dari upaya sekolah membangun semangat baru di tengah kondisi bangunan sekolah yang berdiri sejak 1980 dan kini tengah diperbaiki.

Kepala SDN Girimukti, Mudrikah, mengatakan ide membuat himne muncul setelah dirinya mulai bertugas di sekolah tersebut pada 1 Agustus 2026.

Menurut dia, sejak awal melihat potensi siswa, terutama di bidang tarik suara. Namun, bakat tersebut belum memiliki wadah sekaligus identitas yang dapat merepresentasikan sekolah.

“Saya melihat ada potensi besar anak-anak, khususnya dalam bernyanyi. Dari situ muncul gagasan bahwa SDN Girimukti perlu memiliki lagu yang menjadi identitas bersama,” ujar Mudrikah saat ditemui, Rabu (30/9/2026).

Ia kemudian menulis sendiri lirik lagu dengan mengacu pada visi dan misi HEBAT. Proses penulisan lirik berlangsung sekitar satu pekan, sebelum dilanjutkan dengan aransemen dan perekaman.

“Setelah lirik selesai, proses aransemennya sekitar satu hari. Setelah itu kami membawa anak-anak untuk melakukan rekaman di studio di Sukabumi,” katanya.

Untuk menentukan pengisi suara, sekolah terlebih dahulu melakukan seleksi di setiap kelas. Dari puluhan siswa yang mengikuti seleksi, terpilih lima anak dengan kemampuan vokal yang dinilai paling menonjol.

Didampingi Azka Zen yang kemudian menjadi pemimpin vokal sekaligus penyemangat bagi teman-temannya.

Mudrikah mengatakan kelima siswa tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk menguasai lagu. Lirik yang dibuat berdasarkan kehidupan dan nilai-nilai yang ingin dibangun di sekolah membuat mereka lebih mudah memahami dan menghafalnya.

“Mereka kami seleksi dari setiap kelas. Ternyata proses belajarnya cepat, liriknya mudah diingat dan anak-anak bisa menangkap makna lagu tersebut,” tuturnya.

Bagi kelima siswa, perjalanan ke studio rekaman di Sukabumi menjadi pengalaman yang berbeda. Mereka tidak sekadar menyanyikan lagu sekolah, tetapi juga merasakan langsung bagaimana sebuah karya musik diproduksi.

Hasil rekaman tersebut nantinya akan digunakan sebagai Himne SDN Girimukti dan direncanakan dinyanyikan secara rutin setiap Senin setelah upacara bendera.

Mudrikah berharap lagu tersebut tidak berhenti sebagai hafalan. Nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan menjadi bagian dari perilaku siswa sehari-hari.

“Harmonis dalam berteman, edukatif dalam belajar, berkarakter dalam bersikap, aktif dalam berkarya, dan tangguh menghadapi keterbatasan. Itu yang kami harapkan benar-benar tumbuh dalam diri anak-anak,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi bangunan sekolah yang sedang diperbaiki tidak boleh membuat aktivitas dan kreativitas siswa ikut terhenti.

“Bangunan boleh sedang diperbaiki, tetapi semangat anak-anak tidak boleh ikut menunggu. Mereka harus tetap berkarya dan menunjukkan bahwa SDN Girimukti memang HEBAT,” kata Mudrikah.

Selain Himne SDN Girimukti, sekolah tersebut juga telah menyelesaikan lagu kedua berjudul “SDN Girimukti HEBAT”. Lagu tersebut memiliki durasi sedikit lebih panjang dan saat ini tinggal dilengkapi dengan video klip sebelum dirilis

Semangat tersebut juga dirasakan para siswa yang terlibat dalam rekaman. Teja (12), Aji (10), dan Rizki (11), siswa kelas 5  SDN Girimukti, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari proses pembuatan lagu sekolah mereka.

Bagi Teja, ada satu bagian lagu yang paling melekat dalam ingatannya.

“Yang paling saya ingat itu ‘Girimukti hebat’,” kata Teja.

Aji mengaku sempat mengalami kesulitan mengatur napas ketika bernyanyi. Namun, pengalaman tersebut justru membuatnya semakin tertarik dengan dunia tarik suara.

Ia bahkan memiliki cita-cita menjadi penyanyi hingga tingkat nasional.

Sementara Rizki menilai menghafalkan lagu tersebut justru terasa lebih mudah dibandingkan menghafalkan pelajaran.

“Belajarnya cepat, liriknya gampang diingat. Kalau menyanyi rasanya senang,” ujar Rizki.

Ketiga siswa itu juga memiliki sosok yang mereka jadikan panutan dalam bernyanyi. Sosok tersebut adalah Azka Zen, teman mereka sendiri yang dipercaya menjadi pemimpin vokal.

Kini, suara kelima siswa tersebut bukan hanya tersimpan dalam ingatan warga sekolah. Rekaman yang mereka buat di sebuah studio di Sukabumi menjadi bagian dari perjalanan baru SDN Girimukti—sekolah tua yang tengah berbenah, tetapi mencoba memastikan semangat dan kreativitas siswanya terus tumbuh.*

Pos terkait