SATUMEDIA.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan SDN Girimukti di Kampung Rajamandala, Desa Mandala Mukti, Kecamatan Cikalongwetan, masuk dalam daftar prioritas rehabilitasi pada Anggaran Perubahan 2026.
Sebelumnya, kondisi bangunan SDN Girimukti menjadi sorotan karena satu ruang kelas mengalami kerusakan berat hingga rawan roboh, lima ruang kelas lainnya rusak, serta fasilitas sanitasi yang tidak layak. Akibatnya, sebanyak 120 siswa harus menjalani kegiatan belajar mengajar secara bergiliran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edy Syafrudin, mengatakan, pemerintah daerah telah memasukkan sekolah tersebut dalam daftar prioritas rehabilitasi ruang kelas pada perubahan anggaran tahun ini.
Menurut dia, langkah tersebut diambil setelah Disdik melakukan pemetaan terhadap tingkat kerusakan bangunan sekolah yang membutuhkan penanganan segera demi menjamin keselamatan dan kenyamanan peserta didik selama proses belajar mengajar.
“Disdik berupaya mengoptimalkan anggaran rehabilitasi ruang kelas, baik untuk sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama yang mengalami kerusakan di berbagai wilayah Bandung Barat,” kata Edy saat dihubungi, Sabtu (25/7/2026).
Edy menjelaskan, besaran anggaran untuk setiap sekolah masih dalam tahap penghitungan karena pemerintah tengah melakukan inventarisasi serta kajian teknis terhadap kondisi masing-masing bangunan. Nilai rehabilitasi nantinya akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan agar pelaksanaan perbaikan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Selain menyiapkan perbaikan fisik, Disdik juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan fasilitas sekolah secara rutin. Sebab perawatan berkala oleh seluruh warga sekolah dapat memperlambat kerusakan bangunan sembari menunggu proses rehabilitasi dilaksanakan,” tuturnya.
Ia berharap kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan bersama-sama menjaga aset pendidikan agar tetap dalam kondisi layak sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sendiri menargetkan rehabilitasi sebanyak 146 ruang kelas di 79 sekolah dasar sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah tersebut.*





