Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Bandung Sudah Ditata, Ini Sisa Targetnya

Pemkot Bandung menargetkan penataan kabel udara rampung di 85 ruas jalan. Setelah 63 ruas ditangani, pengerjaan berikutnya akan diarahkan untuk menyelesaikan 22 ruas yang tersisa.(Dok.Diskomonfo Kota Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menata 63 dari total 85 ruas jalan dalam program penurunan dan penataan kabel udara.

Artinya, sekitar tiga perempat dari target penataan kabel udara di Kota Bandung telah terealisasi hingga Selasa (6/10/2026).

Ruas Jalan Astanaanyar menjadi lokasi penataan terbaru sekaligus ruas ke-63 yang ditangani Pemkot Bandung. Penataan dilakukan mulai dari Jalan Sudirman hingga Taman Tegalega dengan panjang hampir 2 kilometer.

Penataan tersebut dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung bersama PT Bandung Infra Investama (BII).

Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kota Bandung Indra Arief Budyana mengatakan, masih terdapat sekitar 22 ruas jalan yang harus ditangani untuk menuntaskan target 85 ruas.

“Total kita rencana 85 ruas jalan. Mungkin sekitar 20 ruas jalan lagi. Bulan ini ada 13 ruas jalan,” ujar Indra di Jalan Astanaanyar, Selasa.

Menurut Indra, penataan kabel di Jalan Astanaanyar tidak hanya bertujuan merapikan jaringan, tetapi juga mengurangi potensi bahaya dari kabel-kabel lama yang masih menggantung.

Sejumlah kabel tembaga, kabel koaksial, hingga sling ditemukan berada di luar jaringan aktif.

“Di atas ini banyak kabel lama, seperti yang dipasang sejak 2015, termasuk sling yang berada di luar jaringan. Ini sangat berbahaya. Dulu pernah ada kejadian sampai ada yang meninggal karena sling yang masih berada di atas,” kata Indra.

Ia menyebut sejumlah aksesori kabel koaksial memiliki bobot lebih dari 10 kilogram. Jika terlepas dan jatuh, komponen tersebut dapat membahayakan pengguna jalan.

Sebelum kabel udara diturunkan, Pemkot Bandung telah menyiapkan ducting di ruas tersebut. Infrastruktur itu telah rampung sekitar tiga bulan sebelumnya.

“Jadi sebelum pemotongan, tiga bulan ke belakang ducting-nya sudah selesai. Tinggal operator menarik kabel backbone terlebih dahulu, baru kemudian ke pelanggan,” ujarnya.

Proses penataan kabel tidak dilakukan sembarangan karena sebagian jaringan merupakan backbone yang menghubungkan Bandung dengan wilayah lain.

Indra mencontohkan jaringan dari Astanaanyar yang terhubung langsung dengan Cimahi. Operator harus memastikan jaringan pengganti telah tersambung sebelum kabel udara dipotong.

“Kalau belum selesai dampaknya lumayan. Mudah-mudahan operator sudah menyambung, terutama backbone ke POP-nya, sehingga tidak ada gangguan yang bertambah,” katanya.

Pemkot Bandung menargetkan penataan kabel udara rampung di 85 ruas jalan. Setelah 63 ruas ditangani, pengerjaan berikutnya akan diarahkan untuk menyelesaikan 22 ruas yang tersisa.

Untuk tahap saat ini, penurunan kabel dijadwalkan berlangsung hingga 13 Oktober 2026. Setelah jeda sekitar dua pekan, penataan kembali dilanjutkan mulai 27 Oktober 2026.*

Pos terkait