SATUMEDIA – Sejumlah tokoh yang selama ini digadang-gadang bakal maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bandung Barat akhirnya terbukti akan meramaikan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Tercatat ada sembilan bakal calon bupati (Bacabup) yang sudah mengambil formulir pendaftaran ke partai politik. Tujuh orang mendaftar ke Partai Demokrat dan dua orang ke PDI Perjuangan.
” Dari tujuh nama itu ada Steve Ewon, Gagan, Dansah , Gunawan, Aas Moch Asor, Asep Ilyas. Mereka merupakan tokoh masyarakat, dari kalangan kepala desa yang masih aktif, pengusaha, dan mantan kepala dinas. Tak ada dari kader Demokrat,” kata Sekretaris DPC Partai Demokrat KBB, Pither Tjuandys di Ngamprah, Sabtu (6/4/2024).
Ia menambahkan, pendaftaran untuk Bacabup sudah dibuka sejak tanggal 1 sampai 6 April. Sabtu ini menjadi hari terakhir untuk mengembalikan berkas pendaftaran.
“Selajutnya akan dilakukan verifikasi data para bakal calon. Para bakal calon bupati juga dimintakan memperlihatkan rekening banknya masing-masing. Ini penting karena untuk melihat kekuatan finansial para bakal calon untuk dana kampanye,” tandasnya.
Nantinya, lanjut Pithers , setelah dilakukan verifikasi hasilnya akan dilaporkan ke DPD Partai Demokrat Jawa Barat. Tim bentukan DPD dan DPC akan memilih beberapa nama untuk diusulkan ke DPP.
“Di tingkat DPP akan dibentuk Tim 7 yang beranggotakan DPC, DPD, dan DPP. Setelah dibahas akan muncul tiga nama
Tahapan selanjutnya verifikasi data nanti dilampirkan ke Demokrat ke provinsi. Tim KBB dan DPD kemudian melaporkan hasil verifikasi ke DPP untuk dibahas tim 7 gabungan DPP, DPD, dan DPC.
Sehari sebelumnya, dua bacabup mendaftar ke DPC PDI Perjuangan KBB. Kedua nama itu, Apung Hadiat Purwoko dan Pamriadi.
“Alhamdulillah kita sudah menerima dua orang pendaftar bacalon Kepala Daerah Bandung Barat, yakni Pamriadi dan Apung Ahadiat Purwoko,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan KBB, Ida Widyaningsih.
Ida menjelaskan, DPC PDIP KBB hanya menjaring pendaftaran dengan tenggat waktu mulai dari tanggal 3 April sampai 26 April 2024.
“Pendaftaran terbuka untuk umum. Jadi, tidak hanya kader PDIP, namun siapapun warga dari Bandung Barat bisa mencalonkan dari PDIP.
Secara persyaratan umum, nanti ada survei, verifikasi persyaratan,” kata Ida.*





