SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menargetkan perbaikan 34 ruas jalan yang dibiayai APBD 2026 rampung pada September mendatang.
Target tersebut terungkap saat Komisi III DPRD KBB bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) melakukan inspeksi mendadak atau sidak terhadap sejumlah ruas jalan yang tengah diperbaiki di Kecamatan Ngamprah, Jumat (7/8/2026).
Dalam sidak tersebut, DPRD meninjau kondisi Jalan Mekarsari dan Jalan Somawinata untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys mengatakan, dari 34 ruas jalan yang masuk program perbaikan tahun ini, sekitar 80 persen menggunakan konstruksi rabat beton.
“Mayoritas pekerjaan menggunakan rabat beton karena konstruksi ini dinilai lebih kuat dan mampu bertahan menghadapi beban kendaraan berat yang melintas setiap hari,” ujar Pither di Jalan Somawinata, Desa Tanimulya.
Menurut dia, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan ketebalan lapisan beton relatif konsisten. Rata-rata ketebalannya mencapai sekitar 4 sentimeter dan di sejumlah titik bahkan lebih.
Pither mengatakan, penggunaan rabat beton diharapkan dapat memperpanjang usia layanan jalan sehingga pemerintah daerah tidak perlu mengeluarkan anggaran berulang kali untuk memperbaiki ruas yang sama.
“Pertimbangannya bukan hanya kondisi jalan saat ini, tetapi juga daya tahan setelah pekerjaan selesai. Kami ingin hasil pembangunan bisa digunakan masyarakat dalam waktu yang panjang,” katanya.
Meski demikian, pengerjaan rabat beton menghadapi kendala di sejumlah ruas karena lebar jalan yang terbatas. Kondisi tersebut membuat pelaksana harus menerapkan sistem buka-tutup arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUTR KBB Asep Indra Gumilar mengatakan, dari 34 ruas yang menjadi target penanganan tahun ini, sekitar 80 persen menggunakan metode rabat beton.
“Untuk kondisi tertentu, kami tetap menggunakan hotmix. Tetapi sebagian besar memang menggunakan rabat beton karena disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing ruas,” ujar Asep.
Dia menyebut sejumlah ruas telah rampung dikerjakan. Di antaranya Jalan Maribaya-Puncak Barat, Cikareumbi, Rancapanggung-Ugrem, Cilame-Mekarsari, dan Somawinata.
“Kurang lebih empat sampai enam ruas sudah selesai sepenuhnya. Sisanya masih dalam proses pengerjaan,” katanya.
Asep memastikan seluruh pekerjaan perbaikan jalan ditargetkan selesai pada September 2026. Namun, pembangunan Jembatan Rawa Bogo diperkirakan membutuhkan waktu lebih panjang dan ditargetkan rampung akhir tahun.
“Untuk ruas jalan, target kami September sudah selesai. Khusus Jembatan Rawa Bogo, waktunya berbeda karena masih dalam proses pengadaan dan evaluasi,” tuturnya.
Menurut Asep, salah satu tantangan terbesar pengerjaan jalan berada di wilayah Bandung Barat bagian selatan yang memiliki kontur medan cukup terjal.
Selain memperkuat badan jalan, DPUTR juga membenahi saluran drainase untuk mencegah air menggerus permukaan jalan dan mempercepat kerusakan konstruksi.
Hingga saat ini, DPUTR KBB menyatakan belum menerima pengaduan resmi masyarakat terkait kualitas pekerjaan pada ruas jalan yang telah selesai diperbaiki.
“Kami tetap melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pekerjaan yang sudah selesai. Sampai sekarang belum ada keluhan resmi masyarakat terkait mutu pekerjaan,” kata Asep.*





