SATUMEDIA.ID – Sebanyak 100 pengayuh becak di Kota Cimahi, Jawa Barat, menerima bantuan becak listrik produksi PT Pindad, Selasa (20/10/2026). Bantuan dari pemerintah pusat tersebut diprioritaskan bagi pengayuh berusia 55 hingga 70 tahun untuk mengurangi beban fisik saat mencari nafkah.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Cimahi Techno Park (CTP). Program ini menjadi salah satu upaya membantu pengayuh becak tradisional agar dapat tetap bekerja dengan dukungan kendaraan yang lebih modern.
Kepala Bidang Angkutan dan Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Iwan Ridwan, mengatakan becak listrik tersebut dirancang dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kekuatan, dan kenyamanan pengguna.
Menurut dia, kendaraan itu mampu mengangkut beban hingga 200 kilogram atau sekitar dua orang penumpang.
“Becak listrik ini memiliki kapasitas angkut yang cukup untuk melayani penumpang. Selain itu, sejumlah perlengkapan keselamatan sudah disediakan untuk menunjang penggunaannya di jalan,” ujar Iwan, Rabu (21/10/2026).
Becak listrik tersebut memiliki kecepatan maksimal 30 kilometer per jam. Setiap satu tingkat indikator baterai dapat digunakan untuk menempuh jarak sekitar lima kilometer.
Fitur yang tersedia meliputi rem cakram, lampu depan, lampu sein, kaca spion, serta layar LED yang menampilkan kecepatan kendaraan dan kondisi baterai. Kendaraan ini juga dilengkapi kanopi lipat untuk melindungi pengemudi dan penumpang dari terik matahari maupun hujan.
Salah satu keunggulan becak listrik ini terletak pada kemudahan pengisian baterai. Pengguna tidak harus mendatangi stasiun pengisian khusus karena daya dapat dipasok melalui instalasi listrik rumah tangga.
Pengisian menggunakan tegangan 220 volt dengan kebutuhan daya sekitar 165 watt. Dengan demikian, becak listrik tersebut dapat diisi menggunakan sambungan listrik rumah berdaya 450 watt. Waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai hingga penuh sekitar empat jam.
Iwan berharap keberadaan kendaraan listrik tersebut dapat membantu pengayuh becak, terutama mereka yang telah berusia lanjut, agar tidak terlalu terkuras tenaganya ketika bekerja.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, menyampaikan bahwa program bantuan ini memiliki target distribusi sebanyak 70.000 unit secara nasional.
Namun, hingga saat ini, kendaraan yang telah didistribusikan baru mencapai 5.000 unit. Penyaluran tersebut mencakup sejumlah wilayah di Pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Firman menjelaskan, jumlah bantuan yang dapat disalurkan masih menyesuaikan ketersediaan produksi dari PT Pindad.
“Distribusi akan terus berjalan mengikuti jumlah kendaraan yang sudah selesai diproduksi. Setiap unit yang tersedia akan segera diberikan kepada pengayuh becak yang menjadi sasaran program,” tutur Firman.
Ia menyebutkan, nilai satu unit becak listrik diperkirakan mencapai Rp 22 juta. Kendati demikian, penerima manfaat tidak dipungut biaya karena kendaraan diberikan secara cuma-cuma.
Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kenyamanan pengayuh becak dalam bekerja sekaligus mendukung keberlangsungan mata pencaharian mereka di tengah perkembangan teknologi transportasi.*





