Menyayat Hati Tulisan di Dinding Rumah Ibu dan Anak yang Ditemukan Sudah Jadi Kerangka

Tim Inafis Polres Cimahi saat akan olah TKP di dalam rumah penemuan kerangka di Kompleks Tanimulya Indah, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (30/7/2024).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Tulisan di dinding rumah yang ditinggali ibu dan anak yang ditemukan sudah menjadi kerangka menjadi pembicaraan warga Kompleks Tanimulya Indah, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pasalnya, isi tulisan pada dinding rumah seolah menyurutkan curahan hati Iguh Indah Hayati (55), dan anak laki-lakinya, Elia Imanuel Putra (24) saat masih hidup.

Salah satu kalimat yang ditulis pada dinding rumah membuat warga sekitar lokasi kejadian terkejut.

Bagaimana tidak, kalimat yang diduga tulisan tangan Iguh Indah Hayati meminta agar rumah yang ditinggalinya diwakafkan untuk Masjid Tanimulya. Padahal, semasa hidupnya Iguh bukanlah seorang muslim.

Berikut tulisan pada dinding rumah yang diduga ditulis Iguh Indah Hayati:

“Aku minta rumah ini diwakafkan untuk mesjid Tanimulya. Kalau Mudjoyo Tjandra tidak menyerahkan untuk didirikan mesjid di tempat ini, berarti sudah menjadi penjahat karena merebut hak saya dan warga Tanimulya untuk warga RT 10. Pak RT tolong tagih rumah ini dan harus jadi mesjid atas kematian saya.”

Yang dimaksud Mudjoyo Tjandra dalam tulisan itu tak lain adalah suaminya. Diketahui, sejak 2015 Mudjoyo tak pernah datang lagi datang ke rumah tersebut. Mudjoyo terakhir berkomunikasi dengan anaknya melalui percakapan WhatsApp pada 1 November 2018.

Coretan kalimat lai lain yang diduga ditulis anaknya, Elia Imanuel Putra juga menggambarkan kegetiran hatinya.

Berikut isi tulisannya:

“Aku hanya minta uang sekolah tapi kau seperti itu. Katanya raihlah cita-citamu setinggi langit, tapi kau tidak dukung aku dengan biaya sekolah. Maafkan aku tidak bisa menjadi anak yang sempurna karena manusia tidak ada yang sempurna. Termasuk istrimu aja kau tinggalkan karena kau menuntut dia menjadi sangat sempurna. Tapi ketahuilah, hanya Tuhan yang sempurna.”

Menanggapi tulisan pada dinding rumah korban, Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto mengatakan pihaknya belum berani menyimpulkan bahwa itu dilakukan Iguh dan Elia. Masih perlu mencocokkan dengan tulisan di buku.

“Tulisan-tulisan tangan sebagai bukti penunjang agar kita bisa mencocokkan antara bukti yang ada di tembok dengan yang ada ditulisan. Apakah betul dalam tembok itu sama dengan tulisan yang ada dalam buku,” kata AKBP Tri Suhartanto, Rabu (31/7/2024).

Selain terungkapnya ada tulisan pada dinding rumah korban, pada saat olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi juga sejumlah barang bukti seperti baju dan sisa-sisa dari air.

“Untuk sementara kita belum bisa menyimpulkan, jadi mohon waktu. Kita harus tahu penyebab kematiannya, jangan sampai kita menyimpulkan sekarang, tapi tahu-tahu penyebab kematiannya lain,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dua kerangka manusia ditemukan dalam rumah di Jalan Terusan Selada RT 11/RW 15, Kompleks Tanimulya Indah, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (29/7/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kerangka manusia itu ditemukan dalam kondisi terbaring di atas kasur berbeda. Sontak penemuan itu membuat heboh warga kompleks perumahan tersebut.

Dua kerangka itu diduga Iguh Indah Hayati dan anak laki-lakinya, Elia Imanuel Putra. Keduanya ditemukan Mudjoyo Tjandra, suami Indah dan tetangganya saat hendak mengambil berkas-berkas.*

 

Pos terkait