SATUMEDIA ID – Penjaga pintu perlintasan sebidang tak berpalang pintu di Jalan Sumur Bor, Kampung Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat anugrah Local Hero Award dari Polres Cimahi.
“Local Hero Award ini diadakan dalam rangka menyambut Hari Lalu Lintas (Lantas) Bhayangkara Tahun 2024 yang puncaknya dilaksanakan pada 22 September 2024 nanti. Kami mencari sosok pahlawan yang tanpa pamrih dalam menjaga lalu lintas,” kata Kasatlantas Polres Cimahi AKP Adhi Prasidya Danahiswara di Kampung Sumur Bor, Senin (9/92024).
Menurutnya, para penjaga pintu perlintasan
sebidang tak berpalang pintu merupakan pahlawan dalam berlalulintas. Mereka menjaga pintu perlintasan dengan suka rela setiap waktu tanpa minta imbalan.
Adhie menambahkan, para penjaga pintu perlintasan sebidang tak berpalang pintu ini dipilih sebagai local hero award berdasarkan masukan yang kemudian dilakukan kajian.
Atas pengabdian tanpa pamrih itulah, lanjut Adhie, Polres Cimahi memberikan bantuan berupa sembako, juga rompi, topi, dan senter yang berguna untuk kerja mereka.
“Apresiasi yang kami berikan ini sebagai bentuk terima kasih atas tugas mereka yang secara sukarela menjaga pintu perlintasan kereta api. Tidak hanya di Sumur Bor, kami juga akan memberikan apresiasi yang sama kepada warga yang menjaga perlintasan kereta api di daerah Cihaliwung,” tandasnya.
Ia berharap, apresiasi yang diberikan Polres Cimahi ini untuk memastikan rasa bangga atas apa yang dilakukan mereka, sehingga mereka bisa bekerja lebih semangat.
Berdasarkan catatan Satumedia.id, kecelakaan maut di perlintasan sebidang tak berpalang pintu di Jalan Sumur Bor melibatkan kereta api (KA) Feeder menghantam sebuah minibus hingga menelan 5 korban jiwa, Kamis (14/12/2024) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kecelakaan antara kereta api dengan mobil dan motor di perlintasan sebidang itu, bukan pertama kali terjadi. Tapi sudah sering terjadi. Kejadian berulang dengan banyak memakan korban jiwa.
Bagi warga yang setiap hari melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu itu, mengaku suka merasakan degdegan. Terutama kalau melintas pada malam hari.
“Ngeri kalau enggak ada warga yang jaga, apalagi sekarang ada KA Feeder yang lebih cepat dibandingkan kereta api lainnya. Horor aja,” kata Mentari (19) warga Kampung Cibuntu, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah.*





