SATUMEDIA.ID – Korban pergerakan tanah di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mempertanyakan pembangunan rumah tinggal yang hingga kini masih belum ada kepastian.
Diberitakan sebelumnya pergerakan tanah di Cigombong menyebabkan 47 rumah terdampak dan satu sekolah yaitu SDN Talang pada Februari 2024 rusak berat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah menyatakan Cigombong tak layak untuk ditinggali.
Namun, setelah hampir 8 bulan berlalu nasib warga yang rumahnya terdampak bencana belum ada kejelasan. Ada 48 kepala keluarga (KK) atau 192 jiwa yang harus meninggalkan tempat tinggalnya karena berada di zona berbahaya.
Sampai sekarang mereka ada yang mengontrak rumah dan tinggal di rumah kerabatnya. Namun terlalu lama menumpang di rumah orang lain timbul rasa malu.
Kepala Desa Cibedug, Engkus Kustendi mengatakan, hampir setiap hari dirinya ditanya warga Cigombong soal rencana relokasi hingga pembangunan rumah hunian tetap (huntap).
“Saya terus-terusan ditanya warga Cigombong. Mereka menagih janji pemeriksaan yang hingga kini belum ada kabar baik,” kata Engkus Kustendi saat dihubungi, Jumat (18/10/2024).
Ia menyebut, baik uang sewa rumah, apalagi relokasi warga yang terdampak bencana pergerakan tanah belum ada kabar terbaru.
“Warga kan sudah tak bisa kembali ke Cigombong karena memang masuk zona berbahaya. Sehingga sampai sekarang mereka bertahan di lokasi pengungsian,” ucapnya.
Padahal, lanjutnya, sudah ada dua lokasi untuk tempat tinggal warga. Baik di lahan perkebunan ataupun tanah carik.desa.
“Sayangnya sampai sekarang tidak ada kepastian, nasib warga menjadi terkatung-katung,” ucapnya.


